Pemkab Siak Resmikan Pembangunan Galangan Kapal Rp300 Miliar di KITB, Serap 200 Tenaga Kerja
Pemkab Siak resmikan galangan kapal Rp300 miliar di KITB, serap 200 tenaga kerja lokal, dorong ekonomi maritim Riau, dan permudah investasi.
(Bisnis.Com) 20/04/26 19:17 197062
Bisnis.com, PEKANBARU - Bupati Siak Afni Zulkifli meresmikan pembangunan galangan kapal terpadu milik PT Mitra Nusantara Shipyard (MNS) di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kecamatan Sungai Apit. Peresmian ini turut ditandai dengan pembukaan akses jalan sepanjang 1,2 kilometer di kawasan tersebut.
Afni memaparkan investasi pembangunan galangan kapal ini sepenuhnya berasal dari sektor swasta dengan nilai mencapai lebih dari Rp300 miliar. Pada tahap awal, realisasi investasi telah menembus lebih dari Rp100 miliar. Dia menyebut, kehadiran galangan kapal ini menjadi titik awal kebangkitan KITB sebagai pusat ekonomi baru berbasis sektor maritim.
“Ini menjadi awal kebangkitan KITB yang baik. Kepercayaan investor adalah modal agar kawasan ini terus berkembang ke depan,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, galangan kapal tersebut diproyeksikan menjadi pusat layanan perbaikan dan pembangunan kapal terbesar di Sumatra. Lokasinya yang strategis di pesisir timur Riau dinilai sangat potensial untuk mendukung distribusi komoditas, baik dalam negeri maupun lintas negara.
“KITB menjadi jantung ekonomi baru di Kabupaten Siak, bahkan Provinsi Riau dan Sumatera. Ini akan menjadi jalur distribusi yang penting,” jelasnya.
Afni juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Ia meminta jajarannya mempercepat proses perizinan serta memastikan tidak ada praktik pungutan liar yang menghambat investor.
“Saya ingatkan jangan ada pungli kepada investor. Permudah perizinan, beri kepastian hukum agar mereka nyaman berinvestasi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kawasan KITB sebelumnya sempat mengalami stagnasi meski telah memiliki perangkat pendukung lengkap, mulai dari pengelola hingga regulasi. Karena itu, pemerintah daerah kini mendorong penataan ulang kawasan, termasuk evaluasi lahan yang telah dikuasai investor namun belum dimanfaatkan.
“Saya ingin kawasan ini ditata ulang. Tenant yang sudah pegang lahan harus jelas kapan dibangun. Kalau serius, kita bantu percepat,” ujarnya.
Direktur PT Mitra Nusantara Shipyard Yudi Utomo menyebut proyek ini akan menyerap sekitar 200 tenaga kerja, baik pada tahap konstruksi maupun operasional. Mayoritas tenaga kerja akan berasal dari masyarakat lokal dengan keahlian teknik.
“Kami membutuhkan sekitar 200 tenaga kerja, terutama di bidang teknik seperti pengelasan. Kami memprioritaskan tenaga kerja lokal sesuai arahan Ibu Bupati,” ujarnya.
Ia menambahkan, potensi pasar galangan kapal di Riau sangat besar. Berdasarkan studi kelayakan, arus kapal di wilayah ini mencapai 8.539 kapal domestik dan 331 kapal internasional.
Selain galangan kapal, perusahaan juga membangun fasilitas pendukung, termasuk sistem pemurnian air (reverse osmosis) untuk memenuhi kebutuhan air bersih, serta akses jalan sepanjang 1,2 kilometer senilai lebih dari Rp7 miliar.
Dengan masuknya investasi ini, Pemkab Siak berharap dapat mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus membuka lapangan kerja dan memperkuat posisi KITB sebagai kawasan industri strategis di Riau.
#galangan-kapal #pembangunan-galangan-kapal #kitb #investasi-galangan-kapal #galangan-kapal-riau #galangan-kapal-sumatra #pusat-ekonomi-maritim #distribusi-komoditas-riau #tenaga-kerja-lokal #investasi