Kementan Gelontorkan Rp3 Triliun untuk Antisipasi Dampak El Nino

Kementan Gelontorkan Rp3 Triliun untuk Antisipasi Dampak El Nino

Kementan mengalokasikan Rp3 triliun untuk irigasi guna antisipasi El Nino 2026, melibatkan 170 bupati.

(Bisnis.Com) 21/04/26 17:05 198102

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah memperkuat koordinasi pusat dan daerah dalam menghadapi potensi kemarau panjang 2026 dengan mengonsolidasikan sekitar 170 bupati dari seluruh Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, mengatakan keterlibatan langsung kepala daerah menjadi kunci untuk memastikan efektivitas program di lapangan, khususnya dalam penguatan irigasi dan peningkatan produksi pangan.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran lebih dari Rp3 triliun untuk penguatan sistem irigasi. Program tersebut mencakup rehabilitasi jaringan, optimalisasi lahan (oplah), hingga pompanisasi dengan cakupan mencapai 1,5 juta hektare.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sekitar 80.000 unit pompa yang ditargetkan mampu mengairi hampir 1 juta hektare lahan, terutama di wilayah dengan potensi peningkatan indeks pertanaman.

“Kami dorong anggaran irigasi lebih dari Rp3 triliun, dari total Rp12 triliun yang kita distribusikan,” kata Amran, dikutip Selasa (21/4/2026).

Distribusi anggaran selanjutnya akan dilakukan secara selektif berdasarkan potensi wilayah serta respons pemerintah daerah dalam mendukung program tersebut.

“Jadi tidak dibagi rata. Kita lihat potensi dan respons kepala daerah. Kalau bupatinya aktif, kita percepat,” tegasnya.

Di sisi produksi, Kementan juga menargetkan pencetakan sawah baru seluas 30.000 hektare guna memperluas areal tanam. Selain itu, bantuan benih tahan kekeringan terus disalurkan untuk mendorong peningkatan indeks pertanaman hingga dua sampai tiga kali dalam setahun, khususnya di lahan kering.

Amran memastikan bahwa kondisi produksi dan cadangan pangan nasional masih dalam kondisi aman. Dia menyebut dalam beberapa hari ke depan stok diperkirakan mencapai 5 juta ton.

“Tiga hari ke depan, empat hari ke depan mencapai 5 juta ton. Itu kabar baik,” ujarnya.

Adapun, standing crop tercatat sekitar 11 juta ton, sedangkan cadangan di sektor rumah tangga dan horeka mencapai 12,5 juta ton.

“Totalnya bisa 11 bulan. Estimasi El Nino itu hanya 6 bulan. Artinya lebih dari cukup,” tambahnya.

Selain tanaman pangan, pemerintah juga memperkuat sektor perkebunan melalui alokasi anggaran sebesar Rp9,95 triliun pada periode 2026–2027. Program ini menyasar komoditas strategis seperti tebu, kakao, kelapa, kopi, pala, hingga jambu mete dengan target pengembangan lahan mencapai 870.000 hektare.

“Anggarannya Rp9,95 triliun, hampir Rp10 triliun, dan ini hibah untuk rakyat,” tegasnya.

Namun demikian, Amran mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, melainkan juga pada kualitas implementasi di lapangan.

Dia menyoroti masih rendahnya produktivitas sejumlah komoditas akibat permasalahan teknis yang belum tertangani secara optimal.

“Kalau rendemen rendah, solusinya permanen, bongkar, ganti bibit. Kalau produktivitas rendah, petani tidak untung, tidak bisa beli pupuk. Ini lingkaran yang harus kita putus,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menekankan pentingnya tanggung jawab pemerintah daerah dalam memastikan program berjalan sesuai rencana.

“Saya turun langsung, ada yang belum dibangun padahal uangnya sudah ada. Jangan semua dilempar ke pusat,” ujarnya.

Dengan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah, Kementan optimistis penguatan irigasi dan sektor perkebunan dapat menjaga stabilitas produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di tengah ancaman perubahan iklim.

#el-nino #kementan #anggaran-irigasi #produksi-pangan #kemarau-panjang #menteri-pertanian #irigasi-pertanian #pompanisasi-lahan #indeks-pertanaman #sawah-baru #benih-tahan-kekeringan #cadangan-pangan #n-a

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260421/12/1968209/kementan-gelontorkan-rp3-triliun-untuk-antisipasi-dampak-el-nino