Iran Sebut Ancaman AS Jadi Biang Kerok Mandeknya Negosiasi
Iran menyalahkan ancaman dan blokade AS sebagai penyebab mandeknya negosiasi, termasuk pembukaan Selat Hormuz. Iran siap bernegosiasi jika AS menghormati hak mereka.
(Bisnis.Com) 23/04/26 15:55 200677
Bisnis.com, JAKARTA - Ancaman hingga blokade Amerika Serikat (AS) dinilai menjadi penyebab gagalnya kesepakatan negosiasi dengan Iran, termasuk untuk membuka Selatan Hormuz yang menjadi jalur perdagangan internasional.
Pernyataan itu disampaikan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Dia mengatakan, pihaknya siap melakukan negosiasi guna memperoleh kesepakatan, tetapi Trump dianggap menjadi penghambat.
"Pelanggaran komitmen, blokade, dan ancaman merupakan hambatan utama bagi negosiasi yang tulus," katanya di akun media sosial X, Kamis (23/4/2026).
Dia menyatakan bahwa seluruh pihak telah mengetahui bahwa Trump kerap tidak konsisten terhadap ucapan dengan tindakan.
"Dunia melihat retorika anda yang munafik tanpa henti serta kontradiksi antara klaim dan tindakan," sambungnya.
Pernyataan yang sama juga disampaikan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf yang menyampaikan bahwa tidak akan ada gencatan senjata penuh antara negara jika blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran terus berlanjut.
Dia menyebut, gencatan senjata total masuk akal jika tidak dilanggar oleh blokade angkatan laut dan penyanderaan ekonomi dunia, dan penghasutan perang zionis di semua lini dihentikan.
"Pembukaan Selat Hormuz tidak mungkin dilakukan dengan pelanggaran berat terhadap gencatan senjata," jelasnya di akun media sosial X.
Dia menilai, AS tidak dapat mencapai tujuan melalui agresi militer dan dianggap mengandalkan ancaman serta intimidasi. Dia menyampaikan jalan satu satunya untuk mencapai kesepakatan adalah dengan mengakui dan menghormati hak-hak rakyat Iran.
#iran #ancaman-as #negosiasi-iran #blokade-as #selat-hormuz #kesepakatan-negosiasi #presiden-iran #trump-penghambat #pelanggaran-komitmen #blokade-angkatan-laut #gencatan-senjata #penyanderaan-ekonomi #n-a