Pabrik Tekstil Senilai Rp1 Triliun Dibangun di Subang, Potensi Serap 3.000 Pekerja

Pabrik Tekstil Senilai Rp1 Triliun Dibangun di Subang, Potensi Serap 3.000 Pekerja

Binkova Textiles bangun pabrik Rp1 triliun di Subang, serap 3.000 pekerja, dukung ekspor dan keberlanjutan, target rampung akhir 2026.

(Bisnis.Com) 24/04/26 16:42 201928

Bisnis.com, JAKARTA — Tiga perusahaan tekstil terintegrasi resmi memulai pembangunan fasilitas manufaktur vertikal di Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Langkah ini dilakukan, seiring upaya memanfaatkan momentum Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA).

Direktur PT Binkova Textiles Indonesia Sun Jianjun mengatakan, pembangunan fasilitas ini menjadi strategi untuk memperkuat posisi perusahaan dalam rantai pasok global.

“Perusahaan berkomitmen untuk menghadirkan teknologi manufaktur modern di Subang Smartpolitan, guna memastikan efisiensi operasional serta ketelusuran (traceability) produk yang sejalan dengan standar keberlanjutan internasional dan persyaratan perdagangan global,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Bisnis, Jumat (24/4/2026).

Peletakan batu pertama pabrik manufaktur vertikal diketahui berlangsung pada 23 April 2026. Investasi ini tidak hanya menandai dimulainya pembangunan fisik pabrik, tetapi juga pengembangan ekosistem produksi tekstil terintegrasi yang mencakup seluruh tahapan manufaktur dalam satu kawasan.

Secara total, nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai US$60 juta dengan potensi penyerapan tenaga kerja sekitar 3.000 hingga 3.800 orang. Tiga entitas yang akan beroperasi meliputi PT Binkova Textiles Indonesia pada segmen pencelupan dan penyelesaian kain (dyeing & finishing), PT Dafei Textile Indonesia pada produksi kain melalui proses tenun dan rajut, serta PT Serendipity Fashion Indonesia sebagai produsen garmen.

Langkah ini ditempuh seiring meningkatnya daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi industri tekstil dan pakaian jadi. Ketiga perusahaan yang merupakan mitra dari merek fesyen global H&M tersebut membangun rantai pasok vertikal guna memenuhi ketentuan proses dua tahap (two-stage process) dalam skema tarif nol persen IEU-CEPA.

Pembangunan fasilitas ini ditargetkan rampung pada akhir 2026, dengan operasional produksi penuh dimulai setelahnya. Produk yang dihasilkan akan menyasar pasar ekspor, termasuk memenuhi permintaan H&M.

Chief Commercial Officer Subang Smartpolitan Abednego Purnomo menilai, masuknya investasi ini menunjukkan kesiapan kawasan industri tersebut dalam menyediakan ekosistem manufaktur terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, konektivitas kawasan ke Tol Cipali dan kedekatannya dengan Pelabuhan Patimban menjadi faktor kunci dalam mendukung efisiensi logistik bagi industri berorientasi ekspor.

“Kehadiran industri ini tidak hanya menyerap tenaga kerja secara langsung di dalam pabrik, tetapi juga akan menciptakan tiga sampai empat lapangan pekerjaan turunan lainnya di sektor pendukung, seperti penyedia jasa logistik, layanan catering, laundry dan lainnya di sekitar kawasan,” jelas Abednego.

Sementara itu, Direktur Promosi Investasi ASEAN, Australia, Selandia Baru, dan Pasifik BKPM Saribua Siahaan berharap realisasi investasi ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus berkontribusi terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada 2029.

Dari sisi industri, Environmental Sustainability & Public Affairs Lead H&M Production Indonesia Budiasti Wulansari menilai, integrasi proses produksi dalam satu kawasan menjadi peluang bagi peningkatan daya saing industri tekstil nasional di pasar global.

Menurutnya, model two-stage process tidak hanya meningkatkan efisiensi biaya, tetapi juga memastikan pemenuhan standar keberlanjutan yang semakin menjadi tuntutan pasar internasional.

Pemilihan Subang Smartpolitan sebagai lokasi investasi didukung oleh infrastruktur terintegrasi dan akses logistik strategis, menjadikannya sebagai hub potensial bagi manufaktur berbasis ekspor. Investasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri fesyen sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor tekstil dalam negeri.

#subang-smartpolitan #binkova-textiles #pabrik-tekstil-subang #investasi-tekstil-indonesia #rantai-pasok-global #industri-tekstil-indonesia #tenaga-kerja-subang #manufaktur-vertikal #ieu-cepa #ekspor-t

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260424/257/1969138/pabrik-tekstil-senilai-rp1-triliun-dibangun-di-subang-potensi-serap-3000-pekerja