Jangan Asal Lari, Ini Cek Kesehatan yang Perlu Dilakukan Sebelum Ikut Maraton
Sebelum ikut maraton, lakukan cek kesehatan untuk cegah risiko jantung dan cedera. Penting bagi pelari muda dan di atas 35 tahun dengan faktor risiko.
(Bisnis.Com) 25/04/26 02:10 202345
Bisnis.com, JAKARTA - Mengikuti lari maraton kini semakin populer sebagai gaya hidup sehat sekaligus ajang menantang diri. Namun, di balik euforia tersebut, ada risiko kesehatan yang kerap diabaikan jika persiapan tidak dilakukan dengan matang.
Dokter Spesialis Olahraga, Maria Lestari, menyebut lari merupakan salah satu olahraga yang relatif mudah dilakukan dan bisa dijalani oleh hampir semua orang. Namun, ketika sudah masuk ke kategori lari jarak jauh seperti maraton, dibutuhkan kesiapan fisik dan mental yang tidak bisa dibangun dalam waktu singkat.
Selain fokus pada jadwal latihan, ada satu hal yang sering luput dari perhatian para pelari, yakni pemeriksaan kesehatan. Padahal, tanpa evaluasi medis yang tepat, risiko seperti gangguan jantung hingga cedera saat berlari jarak jauh dapat meningkat.
"Ada dua pendekatan terkait pemeriksaan medis sebelum maraton. Pertama untuk pelari muda tanpa risiko dan pelari di atas usia 35 tahun," katanya kepada Bisnis, Jumat, (24/4/2026)
Untuk pelari muda yang tidak memiliki keluhan maupun faktor risiko, pemeriksaan kesehatan biasanya dimulai dengan anamnesis atau wawancara medis secara menyeluruh. Dokter akan menanyakan beberapa hal penting, seperti riwayat pingsan saat berolahraga, adanya nyeri dada ketika beraktivitas, jantung yang berdebar tidak teratur, serta riwayat henti jantung mendadak atau kematian mendadak di usia di bawah 50 tahun dalam keluarga.
Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik, termasuk pengecekan tekanan darah serta penilaian kondisi sistem muskuloskeletal. Jika seluruh hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi normal dan jarak lomba masih sesuai dengan kemampuan latihan yang dimiliki, maka umumnya pelari dinilai aman untuk mengikuti lomba dengan tetap diberikan edukasi yang tepat.
Untuk pelari berusia 35 tahun ke atas atau mereka yang memiliki faktor risiko kardiovaskular seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, obesitas, maupun riwayat penyakit jantung dalam keluarga, pemeriksaan yang dilakukan biasanya lebih lengkap dibanding pelari muda tanpa risiko.
Dokter Maria menyebut evaluasi awalnya tetap mencakup anamnesis menyeluruh, pemeriksaan fisik, pengukuran tekanan darah, serta penilaian kondisi sistem muskuloskeletal. Namun, pada kelompok ini pemeriksaan juga perlu dilengkapi dengan EKG istirahat 12 sadapan untuk melihat aktivitas listrik jantung.
Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan laboratorium dasar seperti profil lipid, kadar gula darah, serta fungsi ginjal guna memastikan kondisi tubuh benar-benar aman sebelum menjalani aktivitas lari jarak jauh seperti maraton.
“Guideline ESC 2020 tentang sports cardiology serta beberapa konsensus Asia Pasifik menekankan bahwa tujuan utama pre-participation examination (PPE) adalah untuk mendeteksi dini penyakit jantung yang berisiko memicu henti jantung saat berolahraga, terutama penyakit arteri koroner pada usia di atas 35 tahun serta kelainan jantung bawaan atau aritmia pada usia yang lebih muda,” imbuhnya.
Namun, dokter Maria menyebut meski sudah dilakukan, publik perlu memahami bahwa proses screening bukan berarti menghilangkan risiko secara 100 persen. Pemeriksaan ini, katanya, lebih dimaksudkan untuk menurunkan risiko kejadian yang tidak diinginkan serta membantu mengidentifikasi individu yang memerlukan evaluasi lebih lanjut sebelum mengikuti event lari jarak jauh.
Dokter Maria mengatakan seiring dengan semakin populernya olahraga lari, tidak sedikit orang yang mengabaikan aspek-aspek penting dalam persiapannya. Kondisi ini membuat kabar kasus pelari yang mengalami kolaps, bahkan hingga meninggal dunia lebih sering terdengar dalam sejumlah event lari dalam beberapa tahun terakhir.
Padahal, berbagai risiko tersebut sebenarnya dapat diminimalkan jika persiapan dilakukan secara lebih menyeluruh. Tidak hanya fokus pada kesiapan fisik melalui latihan, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan melalui pemeriksaan medis yang memadai sebelum mengikuti ajang lari.
#lari-maraton #kesehatan-maraton #persiapan-maraton #risiko-kesehatan #dokter-olahraga #pemeriksaan-kesehatan #gangguan-jantung #cedera-berlari #pelari-muda #pelari-berusia-35-tahun #faktor-risiko-kard