Menyambut Musim Kering, Ini 5 Strategi Pengendalian Inflasi di Sulsel
TPID Sulsel terapkan 5 strategi pengendalian inflasi: pasokan, distribusi, harga, komunikasi, dan kelembagaan untuk stabilitas ekonomi di tengah El Nino.
(Bisnis.Com) 27/04/26 14:45 203952
Bisnis.com, MAKASSAR - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah menyusun strategi pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika pasar dan risiko cuaca yang diperkirakan bakal terjadi El Nino hingga akhir tahun.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman mengatakan bahwa pengendalian inflasi tahun ini menuntut langkah yang lebih antisipatif dan terukur, bukan sekadar respons jangka pendek. Oleh sebab itu ada lima arahan strategis yang disepakati untuk meredam gejolak harga.
Pertama pada ketersediaan pasokan. Hal ini dilakukan melalui penguatan produksi pangan di basis sentra komoditas prioritas serta optimalisasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD). Langkah tersebut untuk memastikan stok pangan tetap terjaga di wilayah defisit.
Kedua, kelancaran distribusi menjadi prioritas dengan mengoptimalkan jalur logistik antarwilayah dan antarpulau. Pemerintah juga mendorong sistem informasi harga yang terintegrasi guna mengantisipasi hambatan distribusi di lapangan.
Ketiga, untuk menjaga keterjangkauan harga, pemerintah akan mengintensifkan Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM). Jufri menyebut peran BUMD pangan dan toko penyeimbang akan diperkuat sebagai garda terdepan stabilisasi harga.
Keempat, komunikasi publik ditingkatkan untuk mengelola ekspektasi masyarakat melalui transparansi data harga. Terakhir, tata kelola TPID akan diperkuat melalui pemanfaatan teknologi dan monitoring berbasis kinerja.
"Pengendalian inflasi membutuhkan penguatan pada lima aspek utama, yakni ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, komunikasi publik, serta kapasitas kelembagaan TPID," ujar Jufri di Makassar, Minggu (26/4/2026).
Berdasarkan data terbaru, tekanan inflasi di Sulsel masih memerlukan perhatian serius. Pada Maret 2026, inflasi bulanan (month-to-month) tercatat sebesar 0,59%. Adapun inflasi tahunan (year-on-year) berada di level 4,50%, dengan inflasi tahun berjalan (year-to-date) menyentuh 2,11%.
"Data ini menjadi dasar penguatan intervensi agar tekanan inflasi tetap terkendali. Kami memposisikan pengendalian inflasi sebagai bagian inti dari menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah," lanjut Jufri.
Sejalan dengan strategi nasional, peta jalan pengendalian inflasi Sulsel 2025–2027 tetap bertumpu pada formula K4 (keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif).
Secara teknis, pemerintah provinsi juga memberikan arahan untuk memperluas luas tambah tanam melalui penguatan calon petani calon lokasi (CPCL) dan penggunaan bibit unggul.
Di sektor hilir, optimalisasi penyerapan gabah oleh Bulog saat panen raya menjadi kunci agar harga di tingkat petani maupun konsumen tetap kompetitif.
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel Aryanto mengatakan wilayah ini mencatatkan eskalasi tekanan inflasi tahunan yang cukup signifikan pada periode Maret 2026.
Kenaikan harga emas perhiasan dan penyesuaian tarif listrik menjadi andil terbesar yang mengerek angka inflasi daerah melampaui level nasional.
Berdasarkan data terbaru BPS Sulsel, inflasi tahunan Sulsel pada Maret 2026 bertengger di level 4,50% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,59. Angka ini menunjukkan lonjakan tajam dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya tercatat sebesar 0,67%.
Aryanto mengungkapkan bahwa kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran menjadi pendorong utama. Sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatatkan inflasi tertinggi, disusul oleh kelompok perumahan dan energi.
"Emas perhiasan memberikan andil sebesar 1,25%, dipicu oleh tren harga emas global, kemudian tarif listrik menyumbang andil 1,12% seiring normalisasi tarif pasca-periode diskon di awal tahun. Kemudian daging ayam ras (0,23%), beras (0,18%), serta telur ayam ras dan ikan bandeng juga turut memberikan tekanan pada sisi harga bergejolak," jelas Aryanto.
#inflasi-sulsel #pengendalian-inflasi #strategi-inflasi #ketersediaan-pasokan #kelancaran-distribusi #keterjangkauan-harga #komunikasi-publik #tpid-sulsel #el-nino-sulsel #operasi-pasar #gerakan-pangan