COO Danantara Sebut 167 Perusahaan BUMN sudah Dilikuidasi

COO Danantara Sebut 167 Perusahaan BUMN sudah Dilikuidasi

Danantara menargetkan program streamlining atau penyederhanaan struktur perusahaan BUMN rampung pada tahun ini. Proses perampingan hingga kini terus berjalan.

(Katadata) 28/04/26 15:42 205342

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menargetkan program streamlining atau penyederhanaan struktur perusahaan BUMN rampung pada tahun ini.

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengelola BUMN, Dony Oskaria mengatakan, proses perampingan terus berjalan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melikuidasi sejumlah perusahaan.

Sejak berdiri pada Februari tahun lalu, Danantara telah melikuidasi 167 perusahaan. “Semuanya akan kami eksekusi karena memang deadline dari Presiden (Prabowo Subianto), semakin cepat diselesaikan semakin baik,” ujar Dony saat ditemui di acara The Forum, Jakarta, Selasa (28/4).

Dia menjelaskan, Danantara telah memetakan sejumlah sektor yang akan menjalani proses perampingan. Beberapa di antaranya mencakup rencana penggabungan di sektor pengelolaan aset (asset management), perhotelan, logistik dan biaya (cost and logistics), sekuritas, hingga asuransi.

Dony menjelaskan, langkah streamlining bukan bertujuan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), melainkan meningkatkan efisiensi bisnis perusahaan.

“Tidak usah khawatir untuk karyawan, karena karyawan tidak akan di-PHK. Jadi, ini adalah proses melakukan efisiensi terhadap perusahaan kita di sisi bisnis prosesnya,” ujarnya.

Menurut Dony, perampingan justru diharapkan dapat menciptakan perusahaan BUMN yang lebih sehat dan berdaya saing. Dengan demikian, kinerja perusahaan ke depan dapat meningkat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi karyawan maupun masyarakat luas.

Selain melakukan streamlining, Danantara juga sedang mempersiapkan restrukturisasi BUMN Karya. Dony menyebut, restrukturisasi tahap awal sebelum BUMN Karya memasuki fase konsolidasi dibagi ke dalam tiga fokus utama, yakni konstruksi bangunan, infrastruktur, serta engineering procurement and construction (EPC).

Dia menjelaskan, restrukturisasi itu dimulai dari memperbaiki fundamental perusahaan, terutama melalui penyesuaian (impairment) laporan keuangan. Selain melakukan impairment untuk menutup “bolong” pada laporan keuangan BUMN Karya, Danantara juga merombak struktur utang.

#danantara #bumn #update-me

https://katadata.co.id/finansial/korporasi/69f072fbad913/coo-danantara-sebut-167-perusahaan-bumn-sudah-dilikuidasi