Ekonom nilai hilirisasi fase II bisa dorong transformasi industri
Direktur Program INDEF Esther Sri Astuti menilai, kelanjutan proyek hilirisasi nasional fase II berpotensi mendorong transformasi industri berbasis nilai ...
(Antara) 04/05/26 12:35 210245
(Ini bisa menjadi) peluang baik jika ada peningkatan produktivitas sektor yang menjadi fondasi penting dalam keberhasilan hilirisasi,
Jakarta (ANTARA) - Direktur Program INDEF Esther Sri Astuti menilai, kelanjutan proyek hilirisasi nasional fase II berpotensi mendorong transformasi industri berbasis nilai tambah sumber daya alam.
Selain itu, hilirisasi nasional fase II dapat meningkatkan nilai ekspor dan menambah pendapatan negara secara signifikan. Ia mencontohkan pengolahan nikel, sawit dan tembaga.
"(Ini bisa menjadi) peluang baik jika ada peningkatan produktivitas sektor yang menjadi fondasi penting dalam keberhasilan hilirisasi," kata Esther di Jakarta, Senin.
Ia menyampaikan hal tersebut usai Presiden Prabowo Subianto bersama CEO Danantara Rosan Roeslani meresmikan mulainya 13 proyek hilirisasi nasional fase II senilai Rp116 triliun di Refinery Unit IV Cilacap, Rabu (29/4).
Lebih lanjut, Esther juga menyoroti perlunya sentuhan inovasi dan teknologi. Penerapan teknologi modern dalam proses pengolahan, termasuk pembangunan fasilitas seperti smelter, hal tersebut dapat mendorong efisiensi operasional sekaligus meningkatkan kualitas hasil produksi.
"Dengan demikian, hilirisasi tidak hanya menjadi proses industrialisasi, tetapi juga perjalanan menuju ekonomi yang lebih maju, adaptif, dan berkelanjutan," jelasnya.
Esther juga optimistis hilirisasi nasional fase II ini mampu memberikan dampak sosial.
"Penciptaan kawasan industri di daerah tentu saja akan berdampak membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani/penambang, dan kesejahteraan masyarakat lokal," kata dia.
Menjawab pentingnya sentuhan inovasi, dalam seremoni tersebut, Presiden menegaskan bahwa hilirisasi harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan terus dikaji.
Selain itu, perlu adanya rencana apabila tersedia teknologi yang lebih baik, lebih efisien, dan lebih menguntungkan bagi rakyat, sehingga setiap keputusan benar-benar berbasis perhitungan objektif dan memberi dampak optimal.
Secara terpisah, Direktur Program dan Kebijakan Center for Policy Studies Prasasti Piter Abdullah memandang hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas yang selama ini diekspor dalam bentuk mentah.
Ia mencontohkan kelapa yang kerap langsung dikirim ke luar negeri tanpa proses lanjutan memiliki nilai ekonomi terbatas.
“Hilirisasi itu ya secara sederhana adalah upaya untuk meningkatkan nilai tambah,ˮ ujarnya.
Piter melihat percepatan pelaksanaan program hilirisasi dari fase awal hingga fase berikutnya sebagai sinyal positif.
“Ini cukup agresif, karena sekali lagi hilirisasi ini sebuah proses panjang, bukan instan,ˮ katanya.
Piter juga menilai konsistensi pemerintah dalam menjalankan tahapan tersebut menunjukkan keseriusan agar program ini memberikan dampak besar, mulai dari peningkatan penerimaan negara hingga penciptaan lapangan kerja.
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026