Kenaikan Tarif Tiket Pesawat Picu Inflasi, INACA Bilang Begini

Kenaikan Tarif Tiket Pesawat Picu Inflasi, INACA Bilang Begini

Harga tiket pesawat diprediksi naik pada Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur, memicu inflasi transportasi.

(Bisnis.Com) 04/05/26 19:00 210804

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menanggapi terkait dengan harga tiket pesawat yang menjadi pendorong utama inflasi April 2026, sejalan dengan kenaikan harga avtur.

Sekretaris Jenderal INACA, Bayu Sutanto bahkan memperkirakan, kenaikan harga avtur masih akan mendorong inflasi kelompok transportasi pada Mei 2026 mendatang.

Hal tersebut seiring potensi kenaikan harga tiket pesawat di tengah ruang gerak maskapai yang semakin terbatas akibat regulasi tarif dan lonjakan biaya operasional.

“Karena bulan Mei harga avtur naik kurang lebih 16% yang diperkirakan harga tiket pesawat juga akan naik,” kata Bayu kepada Bisnis, Senin (4/5/2026).

Di sisi lain, Bayu mengatakan kondisi operasional maskapai domestik masih berada dalam tekanan. Menurutnya, ruang penyesuaian bisnis maskapai sangat terbatas karena tarif batas atas (TBA), fuel surcharge, dan harga avtur masih diatur pemerintah.

Akibatnya, maskapai lebih banyak mengambil langkah efisiensi untuk menjaga keberlangsungan usaha, mulai dari pengurangan frekuensi penerbangan hingga efisiensi operasional lainnya.

INACA pun berharap pemerintah mempercepat revisi TBA yang sebelumnya ditunda, dan membuat mekanisme fuel surcharge lebih fleksibel mengikuti perubahan harga avtur setiap bulan.

Sementara itu, sebulan setelah pemerintah mengumumkan insentif untuk sektor angkutan udara, dampaknya dinilai belum terlalu signifikan bagi kondisi maskapai domestik.

Bayu mengatakan insentif tersebut sejauh ini baru membantu maskapai bertahan di tengah periode low season dan tekanan biaya operasional yang masih tinggi.

“Dampaknya bagi maskapai ya masih bisa bertahan dengan efisiensi walaupun memasuki periode low season,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi penerbangan internasional relatif lebih stabil karena harga tiket, avtur, dan fuel surcharge ditentukan melalui mekanisme pasar berdasarkan keseimbangan permintaan dan pasokan.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, meski pemerintah telah meredam lonjakan harga avtur melalui sejumlah stimulus, sektor transportasi memberikan andil sebesar 0,12% terhadap inflasi April 2026 yang sebesar 0,13% month to month (MtM).

Komoditas yang dominan mendorong inflasi yaitu tarif angkutan udara dengan andil inflasi 0,11% serta bensin dengan andil 0,02%

#tiket-pesawat #harga-avtur #inflasi-transportasi #kenaikan-tiket-pesawat #regulasi-tarif-maskapai #biaya-operasional-maskapai #tarif-batas-atas #fuel-surcharge #efisiensi-maskapai #insentif-angkutan-u

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260504/98/1971185/kenaikan-tarif-tiket-pesawat-picu-inflasi-inaca-bilang-begini