Pelemahan Ekspor Sulsel Berlanjut di Kuartal I/2026, Nilainya Anjlok 13,26%
Ekspor Sulsel kuartal I/2026 turun 13,26% jadi US$323,8 juta. Nikel, biji-bijian, besi baja lesu, sementara kakao naik 101,89%. Ekspor utama ke Jepang.
(Bisnis.Com) 05/05/26 07:49 211134
Bisnis.com, MAKASSAR — Nilai eksporSulawesi Selatan (Sulsel) pada kuartal I/2026 tercatat sebesar US$323,8 juta, anjlok 13,26% jika dibandingkan nilai kuartal I/2025 yang sebesar US$373,29 juta.
Angka tersebut melanjutkan tren kontraksi pada tahun lalu, di mana ekspor Sulsel kuartal pertama 2025 juga mengalami penurunan tajam hingga 25,21% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel Aryanto menyebut, sejumlah komoditas unggulan masih mengalami kelesuan penjualan selama tiga bulan pertama ini, antara lain dari kelompok nikel, biji-bijian berminyak, serta besi dan baja.
Nikel sebagai penyumbang utama ekspor wilayah ini, hanya terealisasi US$195,11 juta pada kuartal I/2026, mengalami penurunan 4,35% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$203,99 juta.
Meskipun realisasi ekspornya pada Maret 2026 mencapai US$73,56 juta atau tumbuh kuat 23,86% dibandingkan Maret 2025, namun penjualan pada Januari-Februari yang sangat lesu membuat realisasinya belum mampu menyamai tahun lalu.
"Nikel ini menyumbang 64,61% dari total keseluruhan ekspor Sulsel, jadi penurunan penjualannya akan sangat mempengaruhi realisasi total ekspor. Kita lihat pada Maret 2026 penjualannya sempat melambung, meskipun begitu realisasi tiga bulanan masih lebih rendah dari tahun lalu," jelas Aryanto melalui konferensi pers di Makassar, Senin (4/5/2026).
Selanjutnya biji-bijian berminyak juga mengalami penurunan 0,77%, dari US$24,03 juta pada kuartal I/2025 menjadi hanya US$23,85 juta pada kuartal pertama tahun ini.
Lalu besi dan baja anjlok 76,15%, dari US$85,16 juta pada kuartal I/2025 menjadi hanya US$20,31 juta pada kuartal I/2026.
"Akan tetapi ada komoditas yang mengalami lonjakan ekspor tinggi selama kuartal pertama ini, yaitu kakao. Nilainya mencapai US$29,96 juta atau tumbuh 101,89% jika dibandingkan periode yang sama 2025. Angkanya bahkan menjadikan kakao penyumbang ekspor Sulsel terbesar kedua setelah nikel," jelas Aryanto.
Adapun tujuan ekspor Sulsel pada tiga bulan pertama ini paling banyak ke Jepang dengan realisasi US$202,16 juta. Disusul China US$87,11 juta; Taiwan US$8,53 juta; Amerika Serikat US$6,27 juta; dan Vietnam US$6,17 juta.
Kemudian jika dilihat realisasi ekspor Sulsel khusus pada Maret 2026, angkanya sebesar US$113,91 juta, tumbuh 7,79% jika dibandingkan realisasi Maret 2025 yang hanya US$105,68 juta.
#ekspor-sulsel #pelemahan-ekspor #kuartal-i-2026 #nilai-ekspor-sulsel #kontraksi-ekspor #komoditas-unggulan-sulsel #nikel-sulsel #biji-bijian-berminyak #besi-dan-baja #ekspor-kakao #tujuan-ekspor-sulse