Trump dan Xi Bertemu di Korsel, Siap Redakan Ketegangan Dagang AS-China

Trump dan Xi Bertemu di Korsel, Siap Redakan Ketegangan Dagang AS-China

Trump dan Xi bertemu di Korsel untuk meredakan ketegangan dagang AS-China, membahas kesepakatan perdagangan dan penurunan tarif impor.

(Bisnis.Com) 30/10/25 09:42 21140

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu di Korea Selatan pada Kamis (30/10/2025) untuk meredakan ketegangan dagang kedua negara yang telah mengguncang pasar global.

Melansir Bloomberg, keduanya bertemu di pangkalan udara Busan, Korea Selatan, di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC).

“Saya rasa kami telah menyepakati banyak hal, dan akan menyepakati lebih banyak lagi sekarang,” ujar Trump.

Dia menyebut Xi sebagai negosiator yang tangguh dan juga pemimpin hebat dari negara besar. Trump menambahkan dirinya yakin hubungan dengan Xi akan tetap fantastis untuk waktu yang lama.

Sementara itu, Xi menyampaikan rasa senangnya dapat bertemu kembali dengan Trump dan menyatakan kesiapan untuk membangun fondasi yang kokoh bagi hubungan China–AS.

“Kita tidak selalu sependapat, dan itu wajar bagi dua ekonomi terbesar dunia untuk sesekali mengalami gesekan. Namun dalam menghadapi tantangan, kita perlu memastikan kapal besar hubungan China–AS tetap berlayar di jalur yang benar," kata Xi.

Kerangka Kesepakatan Dagang

Kedua pemimpin diperkirakan akan membahas rincian kerangka kesepakatan yang sebelumnya dinegosiasikan di Malaysia. Kesepakatan tersebut mencakup penundaan rezim perizinan ekspor mineral langka (rare earth) oleh China selama setahun dan dimulainya kembali pembelian kedelai dari AS, sebagai imbalan atas penurunan tarif impor oleh Washington.

“Tim ekonomi dan perdagangan kedua negara telah mencapai konsensus dasar dalam mengatasi isu utama masing-masing, dan kemajuan yang dicapai memberikan dasar penting bagi pertemuan hari ini,” kata Xi.

Xi juga memuji upaya Trump dalam menyelesaikan konflik global, termasuk di Gaza dan Asia Tenggara, serta menegaskan pentingnya kerja sama kedua negara dalam memikul tanggung jawab sebagai kekuatan besar demi perdamaian dunia.

Pertemuan dijadwalkan berlangsung kurang dari dua jam, meski Trump sebelumnya memperkirakan diskusi bisa mencapai tiga hingga empat jam. Hasil pertemuan ini diharapkan dapat mengakhiri, setidaknya sementara, ketegangan dagang yang telah berlangsung berbulan-bulan.

Namun, sejumlah analis menilai kesepakatan tersebut belum sepenuhnya menyentuh akar persaingan ekonomi antara dua raksasa global tersebut.

AS Siap Turunkan Tarif

Dalam beberapa hari terakhir, rincian kerangka kesepakatan mulai terungkap. Xi disebut berhasil mendapatkan keringanan tarif sebagai imbalan atas sejumlah konsesi sementara.

Trump mengindikasikan akan menurunkan tarif 20% terhadap produk China yang diberlakukan akibat ekspor bahan kimia prekursor fentanyl. Penurunan tersebut diyakini akan membantu produk China tetap kompetitif dibandingkan dengan rival manufaktur di kawasan Asia.

Selain itu, Trump juga berencana membatalkan rencana penerapan tarif 100% pada 1 November mendatang serta mencabut sejumlah pembatasan ekspor perangkat lunak penting dan biaya tambahan bagi kapal China.

Dia bahkan memberi sinyal akan menghentikan penyelidikan terkait kepatuhan China terhadap kesepakatan dagang dari masa jabatan pertamanya.

Di sisi lain, Beijing disebut akan menekan Washington agar melonggarkan aturan yang memberlakukan sanksi terhadap anak usaha perusahaan yang masuk daftar hitam AS.

Trump juga membuka kemungkinan untuk membahas akses China terhadap prosesor AI Blackwell milik Nvidia Corp., langkah yang dapat memicu penolakan dari kalangan keamanan nasional AS.

Konsesi China dan Isu Lain

Sebagai bagian dari konsesi, China berjanji menunda penerapan kebijakan perizinan ekspor mineral langka selama setahun dan mengevaluasi kembali kebijakan tersebut.

Beijing sebelumnya menggunakan kebijakan ini sebagai alat tawar dalam negosiasi, dengan ancaman pembatasan pasokan bahan penting bagi industri teknologi tinggi AS dan sekutunya.

Selain itu, China dilaporkan telah kembali memesan sedikitnya dua kargo kedelai dari AS — pembelian pertama pada musim ini — yang menjadi kabar baik bagi basis pemilih petani pendukung Trump.

Xi juga dikabarkan siap menyetujui penjualan operasi TikTok di AS milik ByteDance Ltd. kepada konsorsium yang dibentuk pemerintahan Trump.

Trump diperkirakan akan menekan Xi untuk mengurangi dukungan terhadap Rusia dalam perang di Ukraina serta membahas kemungkinan gencatan senjata global. Washington disebut akan meminta Beijing membatasi penjualan barang-barang “dual-use” yang dapat digunakan untuk kepentingan militer.

Namun, para pengamat menilai kecil kemungkinan China akan mengambil langkah signifikan mengingat kedekatannya dengan Moskow sejak invasi Ukraina.

Trump juga menegaskan bahwa isu Taiwan tidak akan menjadi agenda utama dalam pertemuan kali ini, meskipun sebelumnya menyebut pulau tersebut sebagai “buah hati” Xi. Beijing menginginkan pernyataan resmi AS yang menegaskan penolakannya terhadap kemerdekaan Taiwan.

#trump-xi-bertemu #ketegangan-dagang #as-china #pertemuan-korsel #kesepakatan-dagang #tarif-impor #ekspor-mineral-langka #pembelian-kedelai #hubungan-china-as #konflik-global #penurunan-tarif #produk-c

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251030/620/1924589/trump-dan-xi-bertemu-di-korsel-siap-redakan-ketegangan-dagang-as-china