Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Kuartal I/2026 Tembus 5,59%

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Kuartal I/2026 Tembus 5,59%

Ekonomi Jakarta tumbuh 5,59% YoY pada kuartal I/2026, sedikit melambat jika dibandingkan dengan kuartal IV/2025.

(Bisnis.Com) 06/05/26 10:28 212757

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi DKI Jakarta tumbuh 5,59% (year-on-year/YoY) pada kuartal I/2026.

Berdasarkan laporan resmi BPS yang diikutip pada Rabu (6/5/2026), pertumbuhan ekonomi Jakarta melambat jika dibandingkan dengan kuartal IV/2026 sebesar 5,71% (YoY).

Total nilai ekonomi Jakarta pada kuartal I/2026 yang dicerminkan dari Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku (PDRB ADHB) mencapai Rp1.028,44 triliun dan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) mencapai Rp585,31 triliun.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,84%. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) mengalami pertumbuhan sebesar 5,72%. „

Jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, ekonomi Jakarta kuartal I/2026 tumbuh sebesar 0,48% (q-to-q). Dari sisi produksi, BPS mencatat pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib yang tumbuh sebesar 11,57 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 3,97%.

"Hal itu seiring dengan meningkatnya aktivitas organisasi kemasyarakatan dan organisasi sosial dalam penanganan bencana, serta aktivitas lembaga keagamaan saat perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional [HBKN]," tulis BPS DKI Jakarta.

Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tumbuh sebesar 4,71% tercermin dari meningkatnya PMTB bangunan dan nonbangunan.

Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) tumbuh sebesar 4,22%. Sementara itu, komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang tumbuh sebesar 7,21%.

Lebih lanjut, lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi berikutnya dicapai oleh Jasa Lainnya (8,37%), serta Transportasi dan Pergudangan (8,31%).

"Sementara itu, empat lapangan usaha mengalami kontraksi, antara lain Pengadaan Listrik dan Gas terkontraksi 7,45%; Pertambangan dan Penggalian terkontraksi 5,97%; Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang terkontraksi 4,81%; serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan terkontraksi 2,25%," tulis BPS DKI Jakarta.

Diberitakan Bisnis sebelumnya, BPS RI melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal I/2026.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal IV tahun lalu atas dasar harga berlaku Rp6.187,2 triliun dan atas dasar harga konstan senilai Rp3.447,7 triliun.

"Sehingga pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2026 apabila dibandingkan dengan kuartal I/2025 atau secara year-on-year tumbuh 5,61%," ujarnya pada Selasa (5/5/2026).

Amalia mengatakan bahwa konsumsi masyarakat masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi kuartal I/2026. Kinerja konsumsi rumah tangga pada periode ini utamanya didorong oleh mobilitas penduduk pada momen libur nasional dan hari besar keagamaan (Nyepi dan Idulfitri).

Selain itu, berbagai kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi serta berbagai stimulus pemerintah untuk mendorong konsumsi seperti diskon tiket transportasi, pemberian THR atau gaji ke-14, serta penetapan BI rate pada level 4,75% juga turut mendorong konsumsi masyarakat.

“Jumlah perjalanan wisatawan nusantara tumbuh hingga 13,14% year on year pada kuartal I/2026, diikuti peningkatan jumlah penumpang di beberapa moda transportasi seperti angkutan darat, ASDP, angkutan udara, dan angkutan laut,” jelas Amalia.

#ekonomi-jakarta #pertumbuhan-ekonomi-jakarta #pertumbuhan-ekonomi-jakarta-kuartal-i-2026 #bps-jakarta #ekonomi-kuartal-i-2026 #pdrb-jakarta #konsumsi-rumah-tangga #investasi-jakarta #jasa-lainnya #tra

https://jakarta.bisnis.com/read/20260506/77/1971735/pertumbuhan-ekonomi-jakarta-kuartal-i2026-tembus-559