Arah Diversifikasi Bisnis Indika Energy (INDY) Menjauh dari Batu Bara
Indika Energy (INDY) menjelaskan arah diversifikasi perseroan mencakup pengembangan kendaraan listrik hingga tambang emas Awakmas dari bisnis batu bara.
(Bisnis.Com) 07/05/26 20:25 214826
Bisnis.com, JAKARTA — PT Indika Energy Tbk. (INDY) menjadi salah satu perusahaan yang gencar melakukan diversifikasi dari bisnis batu bara. Diversifikasi ini menjadi salah satu bagian dari transformasi jangka panjang perseroan.
Head of Corporate Communications Indika Energy Ricky Fernando menjelaskan INDY terus melanjutkan pengembangan diversifikasi bisnis sebagai bagian dari transformasi jangka panjang.
“Di sektor kendaraan listrik (EV), kami terus memperluas ekosistem secara terintegrasi, mencakup motor listrik melalui ALVA, kendaraan listrik komersial berbasis fleet-as-a-service melalui KALISTA, distributorship untuk bus listrik, dan armada listrik untuk sektor pertambangan melalui INVI,” ucap Ricky pekan lalu.
Awal tahun ini, lanjutnya, ALVA mengeluarkan motor listrik terbarunya yaitu N3 Next Gen. Februari lalu, ALVA dan KALISTA bekerja sama dengan perusahaan logistik berbasis kendaraan listrik, Dash Electric, untuk membangun infrastruktur logistik menggunakan 500 unit motor listrik ALVA N3.
Menurutnya, kolaborasi ini menjadi salah satu implementasi skala besar kendaraan listrik roda dua di sektor logistik di Indonesia.
Selain itu, kata dia, pada awal April KALISTA bekerja sama dengan perusahaan tekstil PT Prima Rajuli Sukses yang mengadopsi empat truk listrik untuk kegiatan operasionalnya.
Sementara itu, INVI pada Februari lalu bersama Trans Semarang melaksanakan peluncuran uji coba operasional bus listrik sebagai bagian dari langkah penguatan kesiapan transportasi publik berbasis kendaraan listrik di kota Semarang.
Di sisi lain, Ricky juga menuturkan hingga saat ini, progres proyek tambang emas Awak Mas per Februari 2026 sudah mencapai 55%.
“Saat ini [tambang Awak Mas] berada pada tahap pengembangan lanjutan, dengan target uji coba produksi di Desember 2026 dan first gold di kuartal I/2027, seiring dengan penyelesaian konstruksi dan kesiapan operasional,” tuturnya.
Sebelumnya, Direktur Utama Indika Energy Azis Armand menuturkan sejalan dengan strategi diversifikasi perseroan, sebesar 95,4% atau US$132,6 juta dari total capex INDY dialokasikan untuk sektor non-batu bara pada 2025. Capex tersebut terutama untuk pengembangan proyek pertambangan Awak Mas dan ekspansi bisnis hijau.
“Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Indika Energy dalam mempercepat transisi. Dengan memprioritaskan investasi pada sektor emas dan energi bersih, kami melangkah mantap menuju struktur portofolio yang lebih tangguh dan berimbang di masa depan,” ujar Azis.
INDY mencatatkan realisasi belanja modal selama tahun 2025 adalah US$139,0 juta, dengan US$132,6 juta atau 95,4% digunakan untuk bisnis non-batu bara.
Capex terutama digunakan untuk sektor mineral, khususnya untuk proyek Awak Mas yaitu sebesar US$100,1 juta, sektor tenaga surya melalui EMITS sebesar US$7,1 juta, dan Interport sebesar US$4,7 juta.
Sedangkan untuk bisnis batu bara, capex terutama digunakan untuk pemeliharaan di Kideco sebesar US$6,5 juta.
Azis juga menuturkan di tengah dinamika pasar batubara tahun 2025, INDY tetap fokus pada efisiensi operasional dan mempercepat transformasi portofolio ke bisnis yang lebih berkelanjutan.
“Capaian laba bersih ini didukung oleh langkah strategis menurunkan beban biaya dan memperkuat fundamental keuangan,” tutur Azis Armand.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#indika-energy #diversifikasi-bisnis #kendaraan-listrik #motor-listrik-alva #bus-listrik #tambang-emas-awak-mas #energi-bersih #transformasi-portofolio #investasi-sektor-non-batu-bara #proyek-tenaga-su