Purbaya Siapkan Bond Stabilization Fund untuk Jaga Stabilisasi Rupiah
Purbaya menyebut, pembentukan Bond Stabilization Fund bertujuan untuk menjaga pasar obligasi yang dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah.
(Katadata) 08/05/26 11:45 215523
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan Bond Stabilization Fund (BSF) untuk memitigasi agar pasar keuangan domestik tak mudah terguncang oleh aksi jual investor asing yang memicu volatilitas nilai tukar. Pembentukan instrumen ini merespons munculnya tren pelemahan yield obligasi yang cukup cepat sejak awal 2026.
Purbaya menjelaskan, arus modal keluar atau capital outflow tetap memberikan tekanan pada stabilitas rupiah meski porsi kepemilikan asing atau foreign holding saat ini relatif rendah,
"Saya ingin melihat supaya bond-nya, market-nya relatif stabil, jangan gampang digoyang oleh investor asing,” kata Purbaya dalam konferensi pers hasil rapat berkala KSSK II 2026 di Jakarta, Kamis (7/5).
Dalam pelaksanaannya, menurut dia, Kemenkeu akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia, juga mengerahkan BUMN di bawah naungan Kemenkeu atau Special Mission Vehicle (SMV).
"Nanti kerjanya juga pasti koordinasi dengan Bank Sentral. Tetapi dananya ada, kalau fund betulan kan desain lamanya itu ada beberapa lembaga yang terlibat antara lain keuangan dan seluruh SMV yang di bawah keuangan itu bisa ikut membantu ketika kita melakukan stabilisasi harga bond. Itu utamanya, jadi bukan SAL saja," kata Purbaya.
Meski terjadi tekanan pada nilai tukar, menurut dia, volume modal yang keluar kemungkinan masih dalam batas kemampuan pemerintah untuk melakukan intervensi.
"Dan jumlahnya enggak terlalu besar, tetapi itu udah ikut mengganggu stabilitas nilai tukar rupiah,” katanya.
Ia memastikan stabilitas keuangan saat ini terjaga. Namun, menurut Purbaya, instrumen ini disiapkan untuk mengantisipasi tekanan di masa depan.
"Kami akan kembangkan early warning system yang melihat itu, dari waktu ke waktu," kata dia.
Adapun terkait waktu implementasinya, menurut dia, masih membutuhkan diskusi internal.