Walau Ekonomi Jatim Tumbuh Melesat hingga 5,96%, BPS Berikan Sejumlah Catatan Kritis

Walau Ekonomi Jatim Tumbuh Melesat hingga 5,96%, BPS Berikan Sejumlah Catatan Kritis

Ekonomi Jatim tumbuh 5,96% di Q1 2026, tertinggi di Jawa, meski sektor konstruksi dan energi mengalami kontraksi. Pemerintah fokus pada misi dagang dan investasi.

(Bisnis.Com) 08/05/26 15:00 215649

Bisnis.com, SURABAYA — Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan I/2026 mencatatkan performa impresif sebesar 5,96% secara tahunan (yoy), yang menempatkannya sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa.

Meski demikian, terdapat sejumlah sektor usaha yang mengalami kontraksi, sehingga perlu menjadi perhatian khusus pemerintah setempat.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan capaian tersebut merupakan bukti ketahanan fondasi ekonomi daerah di tengah dinamika global. Secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), ekonomi Jawa Timur juga tumbuh 1,25% dibandingkan dengan triwulan IV/2025.

“Alhamdulillah, di tengah tantangan global yang masih dinamis, ekonomi Jawa Timur mampu tumbuh tertinggi se-Jawa dan melampaui nasional. Ini patut kita syukuri sekaligus menjadi motivasi untuk terus memperkuat fondasi ekonomi daerah,” ujar Khofifah, Jumat (8/5/2026).

Struktur ekonomi Jawa Timur masih didominasi oleh sektor industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 31,45%, disusul sektor perdagangan sebesar 18,77%, dan sektor pertanian sebesar 10,51%.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi dipacu oleh sektor jasa lainnya yang melesat 13,44%, seiring dengan peningkatan aktivitas pariwisata pada awal tahun. Selain itu, sektor akomodasi serta makan dan minum turut terkerek oleh implementasi program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dilihat dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah mencatatkan pertumbuhan tertinggi mencapai 20,33%. Hal ini didorong oleh realisasi belanja pegawai untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) ASN 2026 serta penyaluran belanja barang dan jasa melalui program MBG.

Hingga kuartal I/2026, Jawa Timur mempertahankan posisinya sebagai kontributor ekonomi terbesar kedua di Pulau Jawa dengan porsi 25,16%. Di tingkat nasional, Jawa Timur menyumbang 14,40% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Evaluasi Kinerja Sektoral Jatim

Meskipun mencatatkan pertumbuhan tahunan yang tinggi, Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan catatan terkait performa beberapa sektor secara kuartalan. Statistisi Ahli Madya BPS Jawa Timur, Nurul Andriana, menjelaskan adanya kontraksi pada sektor konstruksi sebesar 6,93% (qtq), meskipun secara tahunan masih tumbuh 7,12% (yoy).

"Kontraksi pada sektor lapangan usaha konstruksi ini terjadi karena banyak proyek yang belum dimulai secara fisik di awal tahun. Sebagian besar baru memasuki tahap perencanaan atau merupakan proyek multi-years yang sedang dalam proses transisi konstruksi," ungkap Nurul.

Nurul menambahkan bahwa pertumbuhan tahunan di beberapa sektor dipicu oleh program strategis seperti rehabilitasi sekolah hingga pengembangan koperasi desa. Namun, pola ini mengindikasikan adanya ketergantungan yang tinggi terhadap belanja pemerintah yang realisasinya belum berdampak langsung pada awal tahun.

Di sisi lain, beberapa sektor mencatatkan rapor merah. Pengadaan listrik dan gas menjadi sektor dengan penurunan terdalam, yakni -5,96% (qtq) dan -5,62% (yoy). Sektor pertambangan dan penggalian juga terkoreksi masing-masing sebesar 4,78% (qtq) dan 4,56% (yoy).

"Penurunan pada pengadaan listrik dan gas disebabkan oleh berkurangnya penyaluran gas ke segmen industri ritel serta korporat non-PLN," tambah Nurul.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Pemprov Jawa Timur terus mengandalkan strategi Misi Dagang dan Investasi. Hingga awal 2026, misi dagang ke Jawa Tengah mencatatkan transaksi Rp3,15 triliun, DKI Jakarta Rp5,74 triliun, dan potensi pasar Malaysia sebesar Rp15,25 triliun.

Khofifah menegaskan bahwa misi dagang tetap menjadi instrumen vital untuk memperluas pasar produk lokal. Ia juga mengapresiasi sinergi seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat yang menjaga Jawa Timur tetap kondusif sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus berkolaborasi menjaga Jawa Timur tetap aman dan produktif sebagai Gerbang Baru Nusantara,” pungkas Khofifah.

#pertumbuhan-ekonomi-jatim #ekonomi-jawa-timur #sektor-usaha-jatim #industri-pengolahan-jatim #perdagangan-jawa-timur #pertanian-jawa-timur #jasa-lainnya-jatim #konsumsi-pemerintah-jatim #kontribusi-ek

https://surabaya.bisnis.com/read/20260508/532/1972387/walau-ekonomi-jatim-tumbuh-melesat-hingga-596-bps-berikan-sejumlah-catatan-kritis