CNG hingga Mini LNG Disiapkan Jadi Alternatif LPG 3 Kg, Simak Strategi BPH Migas

CNG hingga Mini LNG Disiapkan Jadi Alternatif LPG 3 Kg, Simak Strategi BPH Migas

BPH Migas mendorong CNG dan Mini LNG sebagai alternatif LPG 3 kg untuk mengurangi impor dan meningkatkan ketahanan energi nasional dengan subsidi harga.

(Bisnis.Com) 09/05/26 16:00 216511

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) turut mendorong optimalisasi pemanfaatanCompressed Natural Gas(CNG) serta percepatan pengembanganMini-Liquefied Natural Gas(LNG) sebagai alternatif energi rumah tangga.

Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugraha mengatakan, langkah itu demi memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Dia mengatakan, optimalisasi stasiun induk CNG dan pembangunan infrastruktur mini LNG akan membuka lebih banyak pilihan energi bagi masyarakat selain LPG.

“Jadi, tidak terbatas LPG saja, tetapi ada pilihan menggunakan jaringan gas kota [city gas] berbasis CNG dan LNG. Pilihan energi ini juga dapat meningkatkan efektivitas penyaluran gas dan mendukung target pemerintah dalam konversi energi ke energi yang lebih aman, bersih dan efisien,” kata Fathul melalui keterangan resmi, Sabtu (9/5/2026).

Dia menuturkan, kebutuhan energi rumah tangga saat ini masih didominasi LPG bersubsidi yang membebani fiskal negara dan memicu tingginya ketergantungan impor. Saat ini, impor LPG Indonesia disebut telah mencapai 81% dari total kebutuhan masyarakat.

Menurut Fathul, pengembangan CNG dan LNG untuk rumah tangga juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong swasembada energi nasional.

“Selain itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menyampaikan bahwa CNG merupakan gas yang berbeda dengan LPG, namun memiliki fungsi serupa sebagai sumber energi. Adapun, pemanfaatan CNG saat ini sudah mulai digunakan di sektor komersial seperti hotel dan restoran,” kata Fathul.

Dia menjelaskan bahwa dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, pemerintah menargetkan pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga mencapai 350 ribu Sambungan Rumah (SR) pada 2029.

Untuk mengejar target tersebut, BPH Migas menilai diperlukan akselerasi regulasi terkait Stasiun Induk CNG dan Terminal Mini-LNG agar investasi dapat lebih cepat masuk. Selain itu, model pembiayaan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) juga dinilai penting untuk mendukung pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah Indonesia Timur yang memiliki tantangan geografis.

“Untuk memperluas jangkauan jargas menggunakan CNG, dapat dilakukan melalui konversi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas [SPBG] menjadi Stasiun Induk [Mother Station]. Sedangkan untuk penyaluran penyaluran jargas non-pipa dapat menggunakan mini-LNG,” tutur Fathul.

Fathul menambahkan, kolaborasi antara regulator dan pelaku industri menjadi faktor penting dalam mempercepat pemanfaatan gas bumi nasional.“Sehingga potensi gas alam yang melimpah dapat segera dirasakan manfaatnya demi mewujudkan kemandirian energi nasional,” pungkasnya.

Pemerintah mulai menyiapkan langkah serius untuk mengurangi ketergantungan impor LPG 3 kg melalui pemanfaatan CNG sebagai energi alternatif rumah tangga.Di balik rencana tersebut, pemerintah memastikan satu hal penting, yakni harga CNG tidak akan lebih mahal dibanding gas melon karena tetap mendapat subsidi negara.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan skema subsidi untuk CNG merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah ingin memastikan transisi energi rumah tangga tidak membebani masyarakat kecil yang selama ini bergantung pada LPG bersubsidi.

“Baik itu CNG maupun LPG, akan selalu mengedepankan untuk membantu rakyat yang memang harus kita bantu. Dengan demikian, subsidi saya pastikan masih menjadi yang harus dilakukan untuk rakyat,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (6/5/2026).

Meski skema dan besaran subsidi masih dibahas, Bahlil memastikan harga jual CNG kemasan setara 3 kilogram tidak akan melampaui harga LPG subsidi yang saat ini memiliki harga eceran tertinggi (HET) sekitar Rp18.500 hingga Rp19.000 per tabung.

“Doakan seperti itu [CNG lebih murah dari LPG] ya. Minimal sama. Minimal sama,” katanya.

#cng #mini-lng #alternatif-lpg #bph-migas #energi-rumah-tangga #ketahanan-energi #impor-lpg #jaringan-gas-kota #konversi-energi #swasembada-energi #subsidi-cng #harga-cng #transisi-energi #energi-bersi

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260509/44/1972584/cng-hingga-mini-lng-disiapkan-jadi-alternatif-lpg-3-kg-simak-strategi-bph-migas