Historia Bisnis Alibaba, E-Commerce yang Buat Nama Jack Ma Melambung
Alibaba, didirikan oleh Jack Ma pada 1999, berkembang dari startup kecil menjadi raksasa e-commerce global. Meski awalnya ditolak investor, Alibaba sukses meraih pendanaan besar dan IPO bersejarah.
(Bisnis.Com) 10/05/26 09:45 216858
Bisnis.com, JAKARTA - Bicara tentang awal-awal e-commerce muncul, dalam benak kita pasti terbayang nama Alibaba yang merupakan sebuah perusahaan toko online raksasa asal China saat ini.
Nama Alibaba sebelum besar seperti sekarang, jauh sebelum itu, diciptakan oleh seorang miliarder jenius, Jack Ma yang dirintis dari nol bahkan sering ditolak oleh berbagai investor saat baru saja dirintis.
Alibaba nama yang identik dengan ciri khas Timur Tengah. Pemilihan nama tersebut oleh Jack Ma bukan tanpa alasan, ide nama Alibaba muncul dalam pikiran Ma saat dirinya berkunjung ke sebuah kafe di San Francisco, Amerika Serikat.
Jack Ma yang saat itu masih muda terinspirasi oleh tokoh bernama Alibaba dalam kisah legendaris 1001 Malam.
Alibaba merupakan tokoh fiksi yang diceritakan sebagai seorang yang dermawan dan hidup dalam kesederhanaan, namun tetap mengutamakan untuk berbagi terhadap sesama.
Filosofi kedermawanan tersebut yang diambil oleh Jack Ma dalam membangun sebuah bisnis toko online dengan menargetkan usaha kecil dan menengah.
Perjalanan Alibaba Sejak Berdiri

Pendiri Alibaba, Jack Ma/jackmafoundation
Jack Ma merintis Alibaba pada tahun 1999 bersama dengan 17 karyawannya dengan membangun situs bernama Alibaba.com yang bermarkas di apartemen milik Ma di Lakeside Gardens, Hangzhou, China.
Jack Ma membangun Alibaba dengan mengambil sudut pandang sebagai wadah dan mengibaratkan orang pintar yang membantu orang-orang di desa mengembangkan bisnis kecil hingga menengah mereka untuk membuka pintu dalam menggaet pelanggan ke luar negeri.
Dalam pengembangannya, melansir dari sejumlah sumber, Alibaba sering kali ditolak oleh berbagai investor saat Ma menawarkan konsep e-commerce tersebut ke Silicon Valley, Amerika Serikat sebagai pusat teknologi.
Dengan berbagai penolakan tersebut, Jack Ma tidak menyerah begitu saja, akhirnya dalam ratusan penawaran konsep e-commerce Alibaba mendapat pendanaan awal mereka dari Goldman Sachs sebesar US$5 juta dan US$20 juta dari SoftBank.
Tiga tahun berjalan sejak dirilis sebagai platform atau wadah UMKM China untuk menembus pasar global, pada tahun 2002 akhirnya Alibaba mulai memperoleh keuntungan.
Melihat peluang dan perkembangan tersebut, Ma memutuskan untuk melebarkan sayap Alibaba ke luar China pada tahun 2003. Ma membuat platform yang sama dengan nama berbeda yakni, Taobao atau sekarang dikenal sebagai Tmall.
Selain itu, Jack Ma juga meluncurkan usaha turunan Alibaba berupa platform pembayaran daring bernama Alipay, Alimama.com, dan Lynx.
Seiring berjalannya waktu, Alibaba menunjukkan perkembangan yang luar biasa sehingga menarik minat banyak investor.
Perusahaan teknologi mesin pencari raksasa saat itu, Yahoo menyuntikkan dana sebesar US$1 miliar melalui jaringan Variable Interest Entity (VIE), sekaligus membuat Yahoo memiliki saham kepemilikan Alibaba sebesar 40 persen.
Alibaba mencapai puncak kejayaan di era 2010-an dengan mendirikan layanan komputasi Alibaba Cloud dan mengadakan acara 11.11 bertajuk Global Online Shopping Festival untuk pertama kalinya. Acara tersebut juga menginspirasi diadakannya Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) di Indonesia.
Hingga di tahun 2014, Alibaba berhasil mencetak sejarah mereka pada bulan September. Alibaba Group akhirnya berselancar pada bursa saham dengan penawaran perdana (IPO) di New York Stock Exchange dengan kode (BABA). Saat itu, saham Alibaba dibuka dengan penawaran harga US$90,72 per lembarnya.
Pada IPO tersebut, Alibaba sukses meraup untung US$25 miliar yang menjadikannya salah satu penawaran yang terbesar dalam sejarah.
Pengunduran diri Jack Ma dan Sorotan Otoritas China di tahun 2019
Jack Ma mengundurkan diri sebagai CEO dan Chairman Alibaba Group di tahun 2019 saat ulang tahunnya yang ke-55 dengan alasan ingin berfokus dan mengabdi di dunia pendidikan, mengingat latar belakangnya sebagai seorang guru Bahasa Inggris sebelum merintis Alibaba.
Namun, banyak sumber yang menyebut karena kritik terhadap pemerintah China terkait regulasi finansial dan perbankan yang menurut Ma menghambat inovasi membuat dirinya dan perusahaannya diinvestigasi bersama dengan perusahaan raksasa teknologi lainnya.
Pemerintah China melakukan investigasi terhadap Alibaba dengan dugaan kasus monopoli. Namun, banyak konspirasi yang menyebut bahwa langkah tersebut merupakan upaya untuk menasionalisasi Alibaba Group.
Valuasi Perusahaan Alibaba Saat Ini
Sejak didirikan pada akhir 90 hingga awal tahun 2000-an, dengan berbagai badai dan tantangan yang dihadapi oleh Jack Ma dalam mendirikan Alibaba, saat ini perusahaan tersebut masih menjadi simbol sekaligus pelopor e-commerce di China.
Menurut data dari Yahoo Finance, Alibaba memiliki kapitalisasi pasar mencapai US$332,65 miliar dengan valuasi sebesar US$311,62 miliar di tahun 2026.
Angka tersebut menunjukkan adanya perkembangan dan stabilitas yang baik dari Alibaba Group meskipun telah berganti kepemimpinan dari Jack Ma sang pendiri.
#alibaba #jack-ma #e-commerce #toko-online #alibaba-china #sejarah-alibaba #alibaba-ipo #alibaba-group #alibaba-cloud #alipay #tmall #alibaba-2019 #alibaba-investasi #alibaba-monopoli #valuasi-alibaba