Tekan Risiko Gagal Bayar, OJK Akan Batasi Penggunaan Platform Paylater

Tekan Risiko Gagal Bayar, OJK Akan Batasi Penggunaan Platform Paylater

OJK akan menerbitkan aturan turunan untuk mengelola risiko BNPL, mengingat pertumbuhan pesat dan risiko gagal bayar dalam pembiayaan ini.

(Bisnis.Com) 10/05/26 13:23 216965

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan segera menerbitkan ketentuan turunan dari POJK 32 Tahun 2025 tentang penyelenggaraan buy now pay later (BNPL) di tengah pertumbuhan pembiayaan segmen tersebut yang makin pesat.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya OJK Agusman mengatakan aturan turunan tersebut akan mengatur strategi pengelolaan risiko perusahaan pembiayaan yang bergerak di layanan paylater.

"Perusahaan Pembiayaan dapat melakukan strategi pengelolaan risiko dengan membatasi penyaluran pembiayaan, termasuk maksimum penggunaan platform," tuturnya dalam lembar jawaban RDK OJK April 2026, dikutip Minggu (10/5/2026).

OJK menilai kepemilikan multi-akun BNPL dapat meningkatkan eksposur utang debitur dan berkorelasi terhadap risiko gagal bayar, khususnya apabila total kewajiban telah melampaui kemampuan bayar.

"Perusahaan pembiayaan yang menyelenggarakan BNPL didorong untuk meningkatkan kualitas penilaian kredit, termasuk melakukan asesmen kemampuan bayar debitur," tegas Agusman.

Pembiayaan BNPL oleh multifinance pada kuartal I/2026 tumbuh 55,85% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp12,81 triliun, didorong meningkatnya permintaan pembiayaan masyarakat termasuk pada momentum Ramadan dan Lebaran.

Di tengah pertumbuhan tersebut, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mengingatkan risiko gagal bayar sebagai ancaman utama yang perlu diwaspadai. Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno mengatakan proses persetujuan BNPL yang sepenuhnya berbasis sistem tanpa tatap muka menuntut infrastruktur teknologi yang kuat.

"Jadi, ya, harus hati-hati sebelum menyetujui kredit, di dalam sistem yang dibuat untuk menyetujui, karena memang tanpa tatap muka, persetujuannya juga karena secara sistem, ya itu mesti ada sistem yang kuat mendukung dari proses approval ini sendiri," kata Suwandi kepada Bisnis, Kamis (9/4/2026).

Suwandi mengatakan pertumbuhan BNPL yang pesat didorong oleh basis yang masih kecil, kemudahan akses, dan fleksibilitas waktu penggunaan.

"24 jam [bisa pinjam lewat BNPL]. Coba masuk jam 2 pagi, jam 3 pagi, jam 1, jam berapa pun bisa dan tanpa tatap muka. Ya, pastinya akan tumbuh cepat," sebutnya.

Dia menekankan pentingnya edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat agar pembiayaan BNPL dikelola dengan bijak, meski nilainya relatif kecil.

#buy-now-pay-later #ojk-aturan-bnpl #risiko-gagal-bayar #aturan-turunan-ojk #pembiayaan-bnpl #strategi-pengelolaan-risiko #multi-akun-bnpl #penilaian-kredit-bnpl #pertumbuhan-bnpl #infrastruktur-teknol

https://finansial.bisnis.com/read/20260510/563/1972702/tekan-risiko-gagal-bayar-ojk-akan-batasi-penggunaan-platform-paylater