IHSG Diproyeksi Lesu, Simak Saham Jagoan BRI Danareksa Sekuritas

IHSG Diproyeksi Lesu, Simak Saham Jagoan BRI Danareksa Sekuritas

IHSG diprediksi melemah, namun saham MAPA, PNLF, dan BDMN direkomendasikan oleh BRI Danareksa Sekuritas. Pasar fokus pada royalti mineral dan rebalancing MSCI.

(Bisnis.Com) 11/05/26 08:50 217362

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak melemah pada perdagangan hari ini, Senin (11/5/2026). Meskipun begitu, sejumlah saham seperti MAPA, PNLF, hingga BDMN diproyeksi masih bertenaga oleh BRI Danareksa Sekuritas pada perdagangan awal pekan.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, memprediksi IHSG akan menguji level support 6.900—6.920, melanjutkan pelemahan yang terjadi pada pekan sebelumnya sebesar 2,86% ke level 6.969. Reza menilai, pasar akan mencermati perkembangan royalti mineral dan rebalancing MSCI.

”Secara teknikal, IHSG akan menguji level support pentingnya pada 6.900—6.920. Pasar akan terus mencermati perkembangan isu kenaikan royalti mineral sembari menunggu beberapa rilis data penting seperti consumer confidence Indonesia dan pengumuman rebalancing MSCI di 12 Mei 2026,” kata Reza dalam riset hariannya, Senin (11/5/2026).

Saham PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) menjadi salah satu rekomendasi BRI Danareksa Sekuritas dengan target harga Rp675—Rp710, dan stop loss pada area kurang dari Rp600.

Selain itu, BRI Danareksa Sekuritas juga merekomendasikan saham PT Panin Financial Tbk. (PNLF) pada target harga Rp276—Rp286 dan stop loss pada area kurang dari Rp250; dan saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) pada target harga Rp4.600—Rp4.990 dan stop loss di level kurang dari Rp4.300 per saham.

Analis juga merekomendasikan sell saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) pada target harga Rp1.170 lantaran pergerakkan saham DSSA masih dalam tren bearish dan dibayangi tekanan jual yang cukup masif.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG anjlok 2,86% atau 204,92 poin menuju level 6.969,39 pada Jumat (8/5/2026). Sepanjang hari, indeks komposit bergerak di rentang 6.969 hingga 7.186.

Namun secara mingguan, IHSG menguat 0,18% dari posisi 6.956,80 pada pekan sebelumnya.

Adapun, kapitalisasi pasar Bursa juga tercatat mengalami peningkatan secara mingguan sebesar 0,19% menjadi Rp12.406 triliun dari Rp12.382 triliun pada pekan sebelumnya.

Jajaran top laggards dipimpin oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang menekan IHSG sebesar 27,04 poin. Harga saham AMMN tercatat turun 17,45% selama sepekan dengan MCFF mencapai Rp57,06 triliun.

Selanjutnya, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) turut membebani IHSG sebesar 26,90 poin setelah harga sahamnya anjlok 18,89%. Nilai MCFF DSSA tercatat mencapai Rp51,53 triliun.

Ada pula saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang menekan IHSG sebesar 13,28 poin seiring koreksi harga saham sebesar 8,07% selama sepekan.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#ihsg #ihsg-hari-ini #saham-bri-danareksa #saham-mapa #saham-pnlf #saham-bdmn #rebalancing-msci #royalti-mineral #target-harga-saham #stop-loss-saham #saham-dssa #saham-bearish #ihsg-melemah #kapitalis

https://market.bisnis.com/read/20260511/189/1972838/ihsg-diproyeksi-lesu-simak-saham-jagoan-bri-danareksa-sekuritas