Di Sidang, Nadiem Blak-blakan Pekerjakan Jurist Tan hingga Ibam di Kementerian
Nadiem Makarim mempekerjakan ahli luar di Kemendikbud Ristek untuk mendukung digitalisasi pendidikan sesuai mandat Presiden Jokowi, dengan fokus pada kompetensi dan pengalaman.
(Bisnis.Com) 11/05/26 16:09 217942
Bisnis.com, JAKARTA — Nadiem Makarim menjelaskan soal alasan dirinya membawa orang luar masuk ke Kementerian Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).
Mulanya, jaksa penuntut umum (JPU) menanyakan terkait isu bahwa Nadiem akan mengganti semua peran-peran orang organik internal yang ada di kementerian.
"Saudara lebih mempercayai orang-orang yang di luar, apa, organisasi bayangan, segala macam, termasuk "the real menteri" tersebut. Coba saudara jelaskan," tanya jaksa di persidangan, PN Tipikor, Senin (11/5/2026).
Kemudian, Nadiem menjelaskan ada dua kelompok orang luar kementerian yang dipekerjakan. Satu kelompok ditugaskan untuk menjadi staf khusus menteri (SKM) seperti Jurist Tan, Fiona Handayani, Nino hingga Iwan.
Sementara itu, tim yang menguasai teknologi dan insinyur dipekerjakan secara detail terpisah. Tim ini diberikan upah oleh PT Telkom dengan kontrak antara kementerian dan anak perusahaan PT Telkom tersebut.
"Saya sebagai menteri masuk dengan beberapa staf khusus yang spesifik di bidang-bidangnya masing-masing karena kompetensi mereka, karena integritas mereka," jawab Nadiem.
Setelah itu, Nadiem mengatakan orang-orang luar ini dipekerjakan untuk membantu kementerian sesuai keahliannya, salah satunya berkaitan dengan digitalisasi.
Dalam hal ini, Nadiem mengaku mendapatkan mandat dari Presiden Ke-7 Joko Widodo untuk melakukan digitalisasi pendidikan.
"Dan pada saat itu peran teknologi bukan berarti beli laptop, bukan apa. Yang dimaksudkan Pak Presiden dalam membangun platform-platform adalah membangun aplikasi," tambah Nadiem.
Adapun, Nadiem menilai bahwa untuk merealisasikan tugas presiden yaitu dengan cara membawa orang-orang yang berkompetensi ke Kemendikbudrietek.
Untuk membangun digitalisasi pendidikan RI, kata Nadiem, harus dilakukan oleh orang yang berkompeten dan berpengalaman. Apalagi, Indonesia sistem pendidikan Indonesia itu sistem keempat terbesar di dunia.
"Untuk membangun aplikasi-aplikasi membutuhkan tingkat kompetensi yang hanya bisa didapatkan dari orang-orang yang sudah punya pengalaman membuat aplikasi-aplikasi dengan skala besar. Itulah fungsi daripada tim teknologi, tim wartek atau apapun namanya GovTech dan lain-lain," pungkasnya.
#nadiem-makarim #kementerian-kebudayaan #riset-dan-teknologi #jurist-tan #staf-khusus-menteri #digitalisasi-pendidikan #teknologi-pendidikan #platform-pendidikan #aplikasi-pendidikan #kompetensi-teknol