Aksi Hengkang UMKM dari Shopee dan TikTok Shop, Berdampak ke Pertumbuhan E-Commerce?

Aksi Hengkang UMKM dari Shopee dan TikTok Shop, Berdampak ke Pertumbuhan E-Commerce?

UMKM hengkang dari Shopee dan TikTok Shop diperkirakan tak pengaruhi pertumbuhan e-commerce Indonesia.

(Bisnis.Com) 12/05/26 07:59 218522

Bisnis.com, JAKARTA — Fenomena hengkangnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) darimarketplaceseperti TikTok Shop dan Shopee karena kenaikan biaya logistik hingga potongan komisi atautake ratediperkirakan tidak akan berdampak terhadap pertumbuhan transaksi digital dan perdagangan elektronik (e-commerce) Indonesia.

“Transaksi digital nasional masih akan terus tumbuh. Pertumbuhan maupun nilai transaksie-commercenasional pada dasarnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, tidak hanya terkait perpindahan atau migrasisellerdari marketplace,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan kepadaBisnis, Senin (11/5/2026).

Dia berpandangan bahwa pelaku UMKM pada dasarnya akan memilih kanal penjualan yang paling efisien dan menguntungkan.

“Kemendag telah berkoordinasi dengan platformmarketplacedan pemangku kepentingan terkait untuk memahami perkembangan di lapangan agar ekosistem digital tetap sehat, kompetitif, dan memberikan ruang tumbuh bagi pelaku usaha,” katanya.

Iqbal mengatakan pemerintah terus mendorong keseimbangan antara keberlanjutan bisnis platform dan kemampuanselleruntuk berkembang secara sehat. Menurutnya, prinsip transparansi dan praktik usaha yang adil menjadi kunci menjaga keseimbangan antara platform, sektor logistik, dan UMKM.

“Kami mendorong prinsip transparansi dan praktik usaha yang adil. Tujuannya agar platform tetap inovatif, sektor logistik tetap bertumbuh, dan UMKM tidak terbebani secara berlebihan,” ujarnya.

Selain itu, dia menekankan pentingnya dialog antara platform dan seller agar ekosistem perdagangan digital tetap kondusif dan kompetitif, khususnya bagi produk lokal.

Di tengah meningkatnya tren seller yang mulai berjualan di luarmarketplace, Kemendag juga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan berbagai kanal digital sesuai kebutuhan dan kapasitas usaha masing-masing. Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan untuk memperluas akses pasar melalui penerapan strategimultichannelmaupunomnichannel.

Laporan Momentum Works dalamEcommerce in Southeast Asia 2026mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan pasare-commerceterbesar di Asia Tenggara. Nilai transaksi kotor ataugross merchandisevalue (GMV) di Indonesia sepanjang 2025 diperkirakan menembus US$57,7 miliar atau sekitar Rp999,4 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang berada di angka US$56,5 miliar atau sekitar Rp978,6 triliun.

Dari nilai tersebut, Shopee menempati peringkat teratas dengan GMV sebesar US$31,2 miliar atau setara Rp539,7 triliun. Angka tersebut merefleksikan pangsa pasar sebesar 54%.

Gabungan TikTok Shop dan Tokopedia menempati peringkat kedua dengan pangsa 38% dan total GMV sekitar US$21,9 miliar atau setara Rp380 triliun. Pada 2024, Tokopedia dan TikTok Shop masih tercatat terpisah, masing-masing dengan pangsa pasar sebesar 23% dan 11%.

Sementara itu, Lazada menguasai 6% pasare-commerceIndonesia pada 2025 dengan estimasi GMV sekitar US$3,5 miliar atau setara Rp60 triliun. Pangsa pasar tersebut sedikit menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 7%.

Blibli memiliki pangsa pasar 3% pada 2025 dengan estimasi GMV sekitar US$1,7 miliar atau sekitar Rp30 triliun. Adapun, pada 2024, kontribusi Blibli tercatat sebesar 4% terhadap total GMVe-commercenasional.

#umkm-hengkang-shopee #umkm-hengkang-tiktok-shop #pertumbuhan-e-commerce-indonesia #transaksi-digital-nasional #marketplace-indonesia #umkm-marketplace #logistik-e-commerce #take-rate-marketplace #ekos

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260512/12/1973132/aksi-hengkang-umkm-dari-shopee-dan-tiktok-shop-berdampak-ke-pertumbuhan-e-commerce