Kementan: Stok Hewan Kurban Iduladha 2026 Surplus 891.000 Ekor
Kementan memastikan stok hewan kurban Iduladha 2026 surplus 891.000 ekor, dengan ketersediaan 3,24 juta ekor dan kebutuhan 2,35 juta ekor.
(Bisnis.Com) 13/05/26 15:16 220299
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan hewan kurban untuk Iduladha 2026 berada dalam kondisi aman dengan surplus nasional mencapai 891.320 ekor, meski kebutuhan masyarakat diproyeksikan meningkat dibanding tahun lalu.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Suganda mengatakan potensi ketersediaan hewan kurban tahun ini diperkirakan mencapai 3.246.790 ekor, sementara kebutuhan nasional berada di level 2.355.470 ekor.
“Secara nasional kondisi ketersediaan hewan kurban aman, cukup, dan terkendali,” kata Agung dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Permintaan hewan kurban pada 2026 diperkirakan naik 3,82% atau sekitar 86.727 ekor dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang perayaan Iduladha.
Dari sisi komoditas, pasokan sapi diproyeksikan mencapai 859.268 ekor dengan kebutuhan 791.452 ekor, sehingga terdapat surplus 67.816 ekor.
Untuk kerbau, ketersediaan tercatat 33.952 ekor dengan kebutuhan 12.914 ekor atau surplus 21.039 ekor.
Sementara itu, kambing menjadi komoditas dengan volume terbesar. Ketersediaannya diperkirakan 1.417.880 ekor, sedangkan kebutuhan mencapai 1.085.019 ekor sehingga surplus 332.861 ekor.
Adapun, domba mencatat kelebihan pasokan tertinggi secara volume. Persediaannya mencapai 935.690 ekor dengan kebutuhan 466.086 ekor atau surplus 469.604 ekor.
Pemerintah menyatakan terus mengatur distribusi ternak dari daerah surplus menuju wilayah yang mengalami kekurangan pasokan guna menjaga pemerataan stok serta menghindari lonjakan harga menjelang hari raya.
Selain aspek pasokan, perhatian juga diarahkan pada kesehatan hewan. Pemerintah memperkuat vaksinasi dan pengawasan lalu lintas ternak untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), antraks, serta penyakit hewan menular lainnya.
Pemantauan dilakukan melalui sistem informasi kesehatan hewan nasional yang terintegrasi. Pemerintah juga memberikan edukasi kepada pengurus masjid dan panitia kurban terkait penanganan ternak, tata cara pemotongan, hingga distribusi daging yang halal, aman, dan higienis.
Untuk pengawasan lapangan, pemerintah menyiapkan 9.743 petugas pemantau hewan kurban yang bertugas melakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah pemotongan.
Petugas berasal dari kementerian, dinas peternakan daerah, perguruan tinggi, hingga asosiasi profesi kesehatan hewan. Ketersediaan stok yang berlebih memberi ruang bagi pemerintah menjaga stabilitas harga.
Namun, kelancaran distribusi antarwilayah serta pengendalian penyakit tetap menjadi faktor penentu agar pasokan tidak terganggu saat puncak permintaan Iduladha.
#stok-hewan-kurban #hewan-kurban-iduladha #surplus-hewan-kurban #ketersediaan-hewan-kurban #kebutuhan-hewan-kurban #permintaan-hewan-kurban #pasokan-sapi #pasokan-kerbau #pasokan-kambing #pasokan-domba