WHO Minta Dunia Waspada, Potensi Lonjakan Kasus Hantavirus
WHO memperingatkan potensi lonjakan kasus hantavirus, meski risiko global rendah. Negara-negara diminta waspada dan mengikuti pedoman kesehatan WHO.
(Bisnis.Com) 15/05/26 19:25 222048
Bisnis.com, SEMARANG — Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus telah meminta negara-negara di dunia untuk bersiap menghadapi lebih banyak kasus hantavirus.
“Saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa kita sedang menyaksikan awal dari wabah yang lebih besar, tetapi tentu saja situasinya bisa berubah dan mengingat masa inkubasi virus yang panjang. Ada kemungkinan kita akan melihat lebih banyak kasus dalam beberapa minggu mendatang,” tutur Tedros dalam konferensi pers di Madrid, dikutip dari the Guardian, Jumat (15/05/2026).
Meski demikian, para pejabat kesehatan menekankan bahwa risiko kesehatan masyarakat global masih rendah dan menolak perbandingan dengan awal pandemi Covid-19. Mengenai penyebaran hantavirus, untuk saat ini, WHO telah mengkonfirmasi sembilan kasus varian Andes dari virus tersebut.
Lebih dari 120 penumpang dan awak kapal MV Hondius juga dilaporkan telah diterbangkan dari Kepulauan Canary Spanyol pada hari Minggu dan Senin. Kini, setiap negara telah menerapkan langkah-langkah kesehatan yang berbeda untuk para pengungsi yang kembali.
Sebagian besar negara disebut telah mengikuti pedoman WHO, yang mencakup karantina selama 42 hari dan pemantauan terus-menerus terhadap kontak yang berisiko tinggi. “Saya harap mereka (negara-negara) akan mengikuti saran dan rekomendasi yang kami berikan,” tambahnya.
Tak hanya itu, Tedros turut mengatakan bahwa masing-masing negara kini bertanggung jawab atas warganya setelah evakuasi. “Saya berharap mereka akan merawat pasien dan penumpang, membantu mereka dan juga melindungi warga negara mereka. Itulah yang kami harapkan,” ungkap Tedros.
Salah satu negara yang telah mengevakuasi warganya dari kapal MV Hondius adalah Spanyol. Terkait perkembangan virus ini, Kementerian Kesehatan Spanyol mengatakan bahwa salah satu dari 14 warga Spanyol yang dievakuasi dari kapal dan dikarantina di rumah sakit militer telah dinyatakan positif hantavirus dan menunjukkan gejala.
Mengenai gejala, Kementerian Kesehatan Spanyol menyebut bahwa pasien tersebut telah mengalami demam ringan dan gejala pernapasan ringan kemarin. Namun, saat ini kondisi pasien dikonfirmasi sudah stabil dan tidak menunjukkan penurunan kondisi klinis yang nyata. Sebelumnya, pasien tersebut telah dinyatakan positif sementara sebelum akhirnya dikonfirmasi positif terinfeksi hantavirus.
Saat menemui Perdana Menteri Spanyol di Madrid, Tedros menyebut bahwa kemungkinan akan muncul lebih banyak kasus karena tingginya tingkat interaksi di antara para penumpang di atas kapal, sebelum peringatan dikeluarkan dan kasus pertama dikonfirmasi pada seorang penumpang pada 2 Mei lalu.
“Kami memperkirakan akan ada lebih banyak kasus karena, seperti yang mungkin Anda ingat, kasus indeks - kasus pertama di kapal itu 0 terjadi pada 6 April…(dan) sebenarnya ada banyak interaksi dengan para penumpang. Dan seperti yang Anda ketahui, masa inkubasi juga berkisar antara 6-8 minggu. Jadi, karena interaksi yang terjadi saat mereka masih di kapal, terutama sebelum mereka mulai mengambil beberapa langkah pencegahan infeksi karena interaksi tersebut. Kami dapat memperkirakan akan ada lebih banyak kasus karena beberapa hal yang terjadi selama perjalanan,” ujar Tedros.
Dilansir dari CBS News, Kapal MV hondius telah menghadirkan tantangan diplomatik karena berbagai negara saling bernegosiasi mengenai siapa yang akan menerimanya dan menangani para penumpangnya.
Pada evakuasi pertama, otoritas Cape Verde, sebuah kepulauan di lepas pantai barat Afrika, sempat menolak kapal tersebut untuk berlabuh. Meski begitu, kapal tetap berada di lepas pantai ibu kota Praia guna mengevakuasi tiga penumpang ke Eropa melalui jalur udara.
Setelah itu, negara Spanyol mengambil keputusan dengan mengizinkan kapal MV Hondius untuk berlabuh di lepas pantai Kepulauan Canary guna mengevakuasi penumpang dan awak kapal. Namun, pemerintah daerah Cape Verde menentang keras langkah tersebut.
Menanggapi pertentangan tersebut, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez membela kebijakan dari pemerintahannya dengan mengatakan mengatakan bahwa dunia tidak membutuhkan banyak keegoisan atau lebih banyak ketakutan. “Dunia tidak membutuhkan lebih banyak keegoisan atau lebih banyak ketakutan. Yang dibutuhkan adalah negara-negara yang menunjukkan solidaritas dan ingin melangkah maju,” ujar Pedro.
#hantavirus #who-peringatan #kasus-hantavirus #risiko-kesehatan-global #varian-andes #evakuasi-mv-hondius #karantina-42-hari #gejala-hantavirus #infeksi-hantavirus #tedros-adhanom #kapal-mv-hondius #pe