Italia Minta Selat Hormuz Dibuka Lagi Tanpa Pungutan
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni meminta Selat Hormuz dibuka tanpa pungutan untuk mendukung kebebasan navigasi global. Italia siap berkontribusi pada keselamatan navigasi.
(Bisnis.Com) 17/05/26 11:10 222790
Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengatakan bahwa Selat Hormuz harus dibuka kembali tanpa pungutan atau pembatasan apa pun.
Meloni mengatakan Italia yakin bahwa solusi berkelanjutan untuk krisis yang sedang berlangsung di selat tersebut harus didasarkan pada beberapa poin penting.
“Yang pertama adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, tanpa pungutan atau pembatasan diskriminatif, karena kemakmuran tidak hanya Mediterania dan Teluk tetapi seluruh dunia bergantung pada kebebasan navigasi,” katanya.
Meloni menambahkan Italia siap untuk melakukan bagiannya untuk berkontribusi, segera setelah kondisinya tepat, untuk keselamatan navigasi, berdasarkan apa yang telah dilakukan di Laut Merah dan Samudra Hindia dengan misi Aspides dan Atalanta (Uni Eropa).
Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak boleh diizinkan untuk memperoleh senjata nuklir dan, karenanya, mengancam negara-negara tetangganya.
Sementara itu, Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright pada Jumat (15/5) mengatakan bahwa Selat Hormuz diperkirakan akan dibuka kembali paling lambat sekitar musim panas ini.
Wright juga memperingatkan bahwa militer AS dapat turun tangan jika Iran terus mengganggu lalu lintas di jalur perairan strategis tersebut.
Akhir musim panas 2026 yang dimaksud ini merujuk pada akhir Agustus hingga akhir September 2026.
Dalam wawancara dengan CNBC dari sebuah terminal LNG di Cameron, Louisiana, Wright mengatakan bahwa kesepakatan diplomatik dengan Iran bisa saja muncul “dalam beberapa hari ke depan".
Perkiraan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz tersebut tetap dibayangi oleh ketegangan mengenai gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan pada 8 April dan kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump.
“Jika Iran terus menyandera ekonomi dunia, militer AS akan memaksa pembukaan Selat Hormuz, tetapi itu bukan hal yang mudah dilakukan,” kata Wright, sembari menambahkan bahwa negosiasi tetap menjadi opsi yang diutamakan.
Komentar tersebut muncul saat American Automobile Association (AAA) melaporkan harga rata-rata bensin nasional AS sebesar 4,53 dolar AS (sekitar Rp79 ribu) per galon pada Jumat.
Hal ini terjadi di tengah kembali memanasnya perdebatan politik terkait usulan Trump untuk menangguhkan pajak bensin federal.
Wright juga mengatakan ekspor LNG (gas alam cair) AS meningkat untuk membantu mengimbangi gangguan pasokan yang terkait dengan krisis Hormuz.
#italia-selat-hormuz #selat-hormuz-dibuka #pembukaan-selat-hormuz #kemakmuran-navigasi #keselamatan-navigasi #senjata-nuklir-iran #krisis-selat-hormuz #militer-amerika-serikat #lalu-lintas-perairan-str