RSUP NTB Lunasi Utang Rp91,45 Miliar

RSUP NTB Lunasi Utang Rp91,45 Miliar

RSUP NTB lunasi utang Rp91,45 miliar, perkuat tata kelola, dan tingkatkan pelayanan kesehatan. Pembenahan dilakukan untuk stabilitas dan keberlanjutan operasional.

(Bisnis.Com) 18/05/26 23:12 224282

Bisnis.com, DENPASAR – Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelesaikan utang kontraktual senilai Rp91,45 miliar yang dibayarkan secara bertahap.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB Ahsanul Khalik menjelaskan berdasarkan data manajemen per 6 Mei 2026, total kewajiban utang kontraktual tahun anggaran 2025 tercatat sebesar Rp91,45 miliar. Proses pelunasan dilakukan secara bertahap hingga seluruh kewajiban berhasil diselesaikan. Pada masa direksi sebelumnya, pembayaran utang berhasil dituntaskan sebesar Rp44,76 miliar.

Sementara pada masa direksi baru saat ini dilakukan percepatan penyelesaian sisa kewajiban sebesar Rp46,67 miliar hanya dalam waktu satu bulan hingga pembayaran mencapai 100%.

Menurutnya, pelunasan utang harus menjadi momentum memperkuat tata kelola rumah sakit, memulihkan kepercayaan publik, dan membangun sistem pelayanan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

“Bapak Gubernur menekankan bahwa setelah persoalan utang diselesaikan, RSUP NTB harus mulai bergerak lebih cepat melakukan pembenahan. Ukuran keberhasilan rumah sakit bukan hanya besar gedungnya, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan pelayanan yang cepat, nyaman, manusiawi, dan memberi rasa aman,” jelas Aka dikutip dari keterangan pers, Senin (18/5/2026).

Penyelesaian kewajiban tersebut dinilai menjadi titik penting karena stabilitas keuangan rumah sakit memiliki hubungan langsung dengan kelancaran pelayanan, mulai dari pengadaan alat kesehatan, dukungan operasional, hingga kepastian kerja sama dengan berbagai mitra layanan kesehatan.

Selain itu, dengan berakhirnya beban utang RSUP NTB kini memiliki ruang fiskal yang jauh lebih sehat untuk memperkuat stabilitas operasional, menjaga keberlanjutan pelayanan, serta melakukan pembenahan organisasi secara lebih terukur.

“Kalau utang sudah selesai, maka perlahan akan bangkit. Kami ingin RSUP NTB tidak hanya menjadi rumah sakit yang besar, tetapi menjadi rumah sakit yang sehat, kuat, maju, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” demikian penegasan Bapak Gubernur, jelasnya.

Aka juga menyebut manajemen rumah sakit saat ini mulai menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga kondisi fiskal tetap sehat melalui pengendalian belanja, penataan arus kas, percepatan penyelesaian klaim BPJS, serta pengembangan sumber-sumber pendapatan baru yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Selain itu, manajemen RSUP NTB juga mulai menyiapkan strategi diversifikasi pendapatan melalui evaluasi kerja sama, appraisal aset, optimalisasi aset yang belum produktif, serta pengembangan berbagai revenue center baru guna memperkuat kemandirian fiskal rumah sakit ke depan.

Menurutnya, dengan fondasi fiskal yang mulai sehat dan tata kelola yang terus diperbaiki, RSUP NTB optimistis dapat tumbuh menjadi institusi layanan kesehatan yang semakin sehat, mandiri, dan berkelanjutan.

#rsup-ntb #utang-rsup-ntb #pelunasan-utang-rsup-ntb #tata-kelola-rumah-sakit #pelayanan-rumah-sakit #kepercayaan-publik #stabilitas-keuangan-rumah-sakit #pengadaan-alat-kesehatan #operasional-rumah-sak

https://bali.bisnis.com/read/20260518/537/1974568/rsup-ntb-lunasi-utang-rp9145-miliar