Uji Coba LRT Velodrome-Pasar Pramuka Berjalan Mulus, Waskita (WSKT) & Jakpro Kebut Pembangunan
Uji coba LRT Velodrome-Pasar Pramuka sukses, Waskita & Jakpro percepat pembangunan untuk peresmian Agustus dan progres mencapai 92,76% progres.
(Bisnis.Com) 19/05/26 16:03 225060
Bisnis.com, JAKARTA — PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro telah memulai rangkaian Testing and Commissioning (T&C) alias uji coba pada sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai.
Uji coba ini ditempuh salah satunya dengan tes jalur lintasan sepanjang 3,6 kilometer (km) yang menghubungkan Stasiun Velodrome dengan Stasiun Pramuka.
Direktur Utama Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin mengatakan tahapan uji coba dilakukan secara detail agar seluruh sistem siap digunakan sebelum diresmikan untuk komersial.
“Proses tersebut mencakup pengujian sistematis dan terstruktur terhadap semua komponen dan subsistem sebelum operasional komersial dijalankan, mulai dari jalur, persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (19/5/2026).
Untuk diketahui, LRT Jakarta Fase 1B Rute Velodrome–Manggarai membentang sepanjang 6,4 km, dengan 5 stasiun pemberhentian yang mencakup Stasiun Pemuda Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai.
Infrastruktur ini dirancang untuk menghubungkan kawasan Velodrome ke simpul transportasi utama Stasiun Manggarai, serta terintegrasi dengan moda transportasi lain seperti KRL dan TransJakarta.
Sementara itu, Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko mengatakan lingkup kerja Waskita pada LRT Jakarta Fase 1B mencakup integrasi sipil, rel, sistem, dan operasi.
Perseroan terus mempercepat pengerjaannya supaya bisa segera dimanfaatkan publik, realisasi pembangunan proyek senilai Rp4,1 triliun tersebut sudah menembus 92,76%.
Dalam pelaksanaan tes jalur lintasan, lanjut dia, salah satu area yang dilintasi yaitu perlintasan di atas Jalur Aktif Tol Wiyoto–Wiyono pada kilometer 1+700 sampai 2+100. Demi memastikan kondisi lalu lintas di jalan tol itu tidak terganggu selama masa konstruksi, Waskita berinovasi menggunakan metode balance cantilever dengan span sepanjang 120 meter.
"Keselamatan konstruksi, baik dalam pengamanan konstruksi balance cantilever maupun pengguna jalan harus diutamakan," tutur Paulus.
Tim di lapangan pun memasang safety net pada sekeliling segmen girder balance. Berkat sejumlah langkah tersebut, Waskita berhasil mencapai zero accident atau tidak ada kecelakaan sama sekali dalam proses konstruksi balance cantilever LRT Jakarta 1B.
Mengingat posisi perlintasan Wiyoto–Wiyono sebagai salah satu ikon terpenting dalam tes jalur beberapa waktu lalu, keberhasilan ini pun disebut menandai kemajukan konstruksi Indonesia. Hal tersebut merefleksikan proses konstruksi yang dapat meramu moda transportasi umum berdampingan dengan jalur aktif existing di tengah kepadatan aktivitas Jakarta.
Hasil tes jalur atau train run yang sudah dilakukan dua kali pun berlangsung tanpa hambatan.
Paulus mengemukakan hasil train run menunjukkan kereta mampu berjalan secara lancar dari Velodrome sampai Pasar Pramuka, menggunakan full power listrik.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan transportasi tersebut dapat diresmikan pada Agustus mendatang.
"LRT yang sekarang ini tersambung dari Velodrome sampai Manggarai yang mudah-mudahan akan diresmikan pada bulan Agustus," jelasnya saat meresmikan Kelenteng Tian Fu Gong di PIK, Jakarta Utara, Minggu (17/5/2026).
#lrt-jakarta #lrt-velodrome #pasar-pramuka #waskita-karya #jakpro #uji-coba-lrt #fase-1b #stasiun-velodrome #stasiun-manggarai #testing-commissioning #transportasi-jakarta #integrasi-moda #proyek-lrt #n-a