Rupiah Melemah, Pengusaha: Biaya Konstruksi Proyek Bisa Naik hingga 15%

Rupiah Melemah, Pengusaha: Biaya Konstruksi Proyek Bisa Naik hingga 15%

Pelemahan rupiah hingga Rp17.742/USD memicu kenaikan biaya konstruksi hingga 15%, menekan arus kas dan margin kontraktor, serta meningkatkan ketergantungan impor.

(Bisnis.Com) 20/05/26 15:55 226482

Bisnis.com, JAKARTA — Gabungan Pengusaha Konstruksi (Gapensi) mengungkap biaya konstruksi berpotensi naik hingga 15% di tengah tren pelemahan rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).

Ketua Umum Gapensi, Andi Rukman menjelaskan bahwa kenaikan biaya konstruksi tersebut didorong oleh adanya peningkatan biaya logistik dan harga material seperti baja hingga semen.

“Depresiasi rupiah menciptakan dampak finansial 11% - 15% per project dengan probabilities addendum kontrak mencapai 85% - 95%,” kata Andi kepada Bisnis, Rabu (20/5/2026).

Andi menambahkan, tren depresiasi mata uang ini secara langsung menekan arus kas (cashflow) serta margin keuntungan para kontraktor nasional.

Selain itu, ketergantungan pada komponen impor dan suku bunga pinjaman turut memberatkan beban biaya konstruksi di tengah kondisi ekonomi global yang fluktuatif.

Untuk mengantisipasi kerugian berkelanjutan, Gapensi menilai mekanisme addendum atau penyesuaian kontrak pada proyek jangka panjang menjadi langkah yang sangat krusial.

Pada saat yang sama, Gapensi turut mendorong pemerintah untuk segera memprioritaskan penggunaan produk dan material dalam negeri guna meminimalisasi ketergantungan terhadap barang impor.

Pemerintah juga diminta menjaga kelancaran pembayaran termin proyek agar likuiditas kontraktor tetap terjaga dan tidak menghentikan progres pembangunan di lapangan.

“Kami meyakini bahwa proyek strategis nasional tetap memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi nasional, pencipta lapangan kerja, dan pendorong konektivitas wilayah. Karena itu, stabilitas ekonomi makro, termasuk stabilitas nilai tukar, menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan infrastruktur Indonesia,” pungkasnya.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah ke posisi Rp17.742 pada perdagangan hari ini, Rabu (20/5/2026). Di sisi lain, pergerakan greenback mengalami apresiasi.

Berdasarkan data TradingView, rupiah dibuka melemah 36 poin atau 0,20% ke Rp17.742 per dolar AS. Adapun, indeks dolar AS terapresiasi 0,05% ke 99,37.

#rupiah-melemah #biaya-konstruksi #proyek-naik #depresiasi-rupiah #harga-material #biaya-logistik #kontraktor-nasional #komponen-impor #suku-bunga-pinjaman #ekonomi-global #addendum-kontrak #produk-dal

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260520/45/1975023/rupiah-melemah-pengusaha-biaya-konstruksi-proyek-bisa-naik-hingga-15