Bahlil Jamin Kontrak Ekspor Gas Aman, Kuota Tak Lagi Dipangkas pada 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin tidak ada pemotongan kuota ekspor gas mulai 2026, memastikan kontrak luar negeri aman.
(Bisnis.Com) 20/05/26 18:10 226713
Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tidak akan kembali memangkas kuota ekspor gas yang sudah dikontrakkan ke pasar luar negeri mulai 2026.
Kepastian itu diungkap Bahlil setelah gejolak pemotongan kuota ekspor sempat memicu ketidakpastian di kalangan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas.
Bahlil mengemukakan pemerintah memahami kontrak ekspor gas yang telah disepakati KKKS dengan pembeli di luar negeri, termasuk konsekuensi bisnis yang muncul jika terjadi perubahan alokasi secara mendadak.
Pengalaman penyesuaian kuota ekspor gas yang terjadi pada 2025 menjadi pembelajaran pada awal masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, pemerintah memutuskan seluruh kontrak ekspor gas yang telah berjalan tetap dilanjutkan.
“Saya janji kepada Bapak Ibu semua, pada 2026 tidak akan ada lagi pemotongan kuota ekspor untuk market ataupun yang sudah dikontrakkan ke luar negeri. Tidak perlu ada kekhawatiran lagi, semuanya sudah saya setuju untuk ekspornya semua. Jadi semuanya sudah saya tanda tangan,” katanya pada acara Indonesian Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition atau IPA Convex 2026 di ICE BSD City, Rabu (20/5/2026).
Meski demikian, Bahlil mengakui keputusan mempertahankan ekspor gas tersebut membuat pemerintah harus mencari cara lain untuk memenuhi kebutuhan gas domestik.
Bahlil juga meminta percepatan optimalisasi penyerapan gas untuk kebutuhan dalam negeri, terutama terhadap pasokan gas yang belum terserap pasar ekspor.
Dia mengatakan pemerintah telah meminta perusahaan-perusahaan pelat merah hingga pihak korporasi lain untuk menyerap gas yang belum mendapatkan kepastian pembeli.
Langkah tersebut ditempuh agar KKKS tetap memperoleh kepastian penyerapan produksi gas, sekaligus menjaga kelangsungan investasi dan proyek hulu migas di tengah dinamika pasar energi.
“Kalau sudah dipasarkan di luar negeri, dan kemudian mereka masih lambat, saya sudah minta untuk Danantara, dalam hal ini PLN, PGN, maupun beberapa perusahaan lain yang untuk off-taker-nya dalam negeri, kami beli,” katanya.
#ekspor-gas #kuota-ekspor #kontrak-ekspor-gas #bahlil-lahadalia #pemerintah-ekspor-gas #kkks-migas #pasar-luar-negeri #pemotongan-kuota-ekspor #kebutuhan-gas-domestik #penyerapan-gas-domestik #investas