Telkom (TLKM) Kaji Ulang Prioritas Ekspansi Infrastruktur Imbas Tekanan Kurs

Telkom (TLKM) Kaji Ulang Prioritas Ekspansi Infrastruktur Imbas Tekanan Kurs

Telkom Indonesia menyesuaikan prioritas ekspansi infrastruktur akibat tekanan kurs dolar AS, fokus pada strategi TLKM 30 dan pergeseran pendapatan dari B2C ke B2B.

(Bisnis.Com) 20/05/26 22:41 227019

Bisnis.com, Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengalkulasi ulang rencana investasi masa depan akibat gejolak ekonomi makro, terutama menyusul lonjakan nilai tukar dolar AS yang mengerek biaya impor perangkat telekomunikasi.

Kendati pertumbuhan pasar tetap kokoh didorong oleh tingginya kebutuhan internet masyarakat, emiten telekomunikasi pelat merah ini memilih berhati-hati dan belum bersedia membeberkan secara rinci detail rencana bisnis tahun ini.

Diketahui, pada Rabu (20/5/2026), posisi Rupiah berada di level 17.635. Nilai tersebut meningkat cukup tajam dibandingkan dengan periode yang sama bulan lalu di mana dolar saat itu masih berada dikisaran 17.123.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengungkapkan kondisi ekonomi makro saat ini menjadi tantangan eksternal yang sulit diprediksi.

Mengingat sebagian besar investasi infrastruktur jaringan masih bergantung pada komponen impor dengan transaksi berbasis dolar AS, penyesuaian anggaran dan skala prioritas menjadi langkah yang tidak terhindarkan bagi perseroan.

"Karena mungkin investasi kita dalam dolar, ada beberapa yang mungkin hari ini kami sesuaikan. Namun sebetulnya dari sisi market dan kebutuhan pelanggan, internet itu tumbuh terus," ujar Dian dalam paparan TLKM 30 di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Diketahui, sepanjang 2025, Telkom (TLKM) merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp27,5 triliun. Angka ini setara dengan 18,8% dari total pendapatan perseroan, dengan fokus alokasi yang lebih terarah dan berorientasi pada pengembalian investasi.

Meskipun harus merombak rencana belanja modal akibat tekanan kurs, manajemen melihat industri telekomunikasi tetap menjadi kebutuhan primer yang resilien.

Telkom kini fokus memperkuat benteng internal lewat strategi TLKM 30 yang mencakup empat pilar utama. Langkah ini meliputi perbaikan tata kelola, perampingan anak usaha, optimalisasi nilai bisnis melalui InfraNexia, serta integrasi operasional guna mengeliminasi tumpang tindih.

Mengenai arah ekspansi dan proyeksi korporasi yang lebih spesifik ke depan, Dian masih menyimpan rapat rencana strategis mereka. Perusahaan memilih fokus mematangkan portofolio di berbagai lini, terutama pengalihan ketergantungan pendapatan dari segmen konsumen (B2C) menuju segmen bisnis (B2B).

Saat ini kontribusi bisnis Telkom masih didominasi oleh segmen B2C sebesar 70%, sementara 30 persen sisanya disumbang oleh B2B dan bisnis lainnya.

Perseroan menargetkan komposisi ini dapat berimbang pada 2030, ditopang oleh pertumbuhan agresif dari B2B Infra seperti Infranexia, Mitratel, Neutra DC, serta segmen internasional melalui Telin.

"Segmen B2B Infra dan internasional sudah memperlihatkan pertumbuhan yang luar biasa. Untuk yang B2B ICT ini sekarang lagi dimasak supaya ke depannya bisa menjadi sumber pertumbuhan yang baru," pungkas Dian.

#telkom-indonesia #telkom-ekspansi #tekanan-kurs #investasi-infrastruktur #nilai-tukar-dolar #pasar-telekomunikasi #kebutuhan-internet #ekonomi-makro #komponen-impor #strategi-tlkm-30 #perbaikan-tata-k

https://teknologi.bisnis.com/read/20260520/101/1975331/telkom-tlkm-kaji-ulang-prioritas-ekspansi-infrastruktur-imbas-tekanan-kurs