Washington Kritik Ben-Gvir di Tengah Krisis Flotilla Gaza
AS mengkritik Menteri Israel Ben-Gvir atas video perlakuan aktivis flotilla Gaza, namun menjatuhkan sanksi pada penyelenggara flotilla, menunjukkan standar ganda.
(Bisnis.Com) 21/05/26 11:52 227447
Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Amerika Serikat mulai menunjukkan kritik terbuka terhadap Menteri Keamanan Nasional Israel dari kubu sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, setelah video perlakuan terhadap aktivis flotilla bantuan Gaza memicu kecaman internasional.
Dikutip dari Al Jazeera, Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee menjadi pejabat pertama dari pemerintahan Presiden Donald Trump yang secara terbuka mengkritik Ben-Gvir. Kritik itu muncul setelah Ben-Gvir mengunggah video yang memperlihatkan para aktivis asing yang ditahan dalam kondisi tangan terikat dan berlutut di lantai.
Dalam video tersebut, Ben-Gvir terlihat membawa bendera Israel sambil berteriak dan menunjuk ke arah para tahanan. Sejumlah aktivis bahkan tampak didorong hingga jatuh ke lantai.
Melalui unggahan di platform X, Huckabee menyebut aksi flotilla sebagai “aksi bodoh”, tetapi menilai Ben-Gvir telah mencoreng martabat Israel.
“Aksi konvoi itu adalah aksi bodoh, tetapi Ben-Gvir mengkhianati martabat bangsanya,” tulis Huckabee.
Kecaman terhadap Ben-Gvir juga datang dari sejumlah negara Barat. Italia, Prancis, Belanda, dan Kanada memanggil duta besar Israel masing-masing untuk meminta penjelasan terkait video tersebut.
Namun, kritik dari Washington dinilai paradoksal lantaran sehari sebelumnya Departemen Keuangan AS justru menjatuhkan sanksi terhadap empat penyelenggara Global Sumud Flotilla, misi kemanusiaan yang berupaya menembus blokade Gaza dan mengirim bantuan bagi warga Palestina.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut para aktivis sebagai bagian dari “pro-terror flotilla” yang dianggap mendukung Hamas. Tuduhan itu langsung dibantah penyelenggara flotilla.
Kelompok solidaritas tahanan Palestina Samidoun mengecam sanksi tersebut dan menilai langkah AS sama saja dengan “membantu dan mendukung genosida”.
Direktur Israel-Palestina dari organisasi advokasi DAWN, Michael Omer-Man, menilai langkah Washington menunjukkan standar ganda terhadap Israel dan Palestina.
“Kita melihat perbedaan besar antara AS dan negara-negara Barat lainnya yang memandang kebebasan navigasi di perairan internasional sebagai prinsip dasar hukum internasional,” ujarnya kepada Al Jazeera.
Menurutnya, pemerintahan Trump cenderung menerima begitu saja narasi Israel bahwa upaya mematahkan blokade Gaza merupakan tindakan ilegal.
Omer-Man juga mempertanyakan apakah kritik para pejabat Israel terhadap Ben-Gvir benar-benar didasari keberatan atas perlakuan terhadap tahanan, atau sekadar karena video tersebut dipublikasikan ke ruang publik.
“Saya percaya mereka lebih fokus pada sisi hubungan masyarakat dan citra internasional,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan peneliti Quincy Institute for Responsible Statecraft, Annelle Sheline. Ia menilai tindakan Ben-Gvir bukan penyimpangan, melainkan konsekuensi dari kebijakan AS yang selama bertahun-tahun memberikan impunitas kepada Israel.
“Israel tahu bahwa selama mendapat dukungan tanpa syarat dari AS, mereka tidak akan menghadapi konsekuensi nyata,” ujar Sheline.
Sebelumnya, pemerintahan mantan Presiden Joe Biden juga sempat mendapat tekanan dari anggota Kongres untuk menjatuhkan sanksi kepada Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich atas dugaan hasutan kekerasan terhadap warga Palestina dan dukungan terhadap permukiman ilegal di wilayah pendudukan.
Namun, langkah tersebut tidak pernah direalisasikan hingga akhir masa jabatan Biden pada 2024.
Setelah kembali berkuasa, pemerintahan Trump justru mencabut sanksi terhadap pemukim Israel yang sebelumnya dianggap terlibat kekerasan terhadap warga Palestina. Pemerintah AS kemudian menjatuhkan sanksi baru kepada sejumlah organisasi masyarakat sipil Palestina dan pihak-pihak yang mendukung penyelidikan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap pejabat Israel.
Analis menilai kritik verbal dari Washington terhadap Ben-Gvir tidak akan banyak berarti selama AS tetap memberikan bantuan militer miliaran dolar kepada Israel.
“Gestur yang lemah… tidak berarti apa-apa di hadapan miliaran dolar per tahun,” kata Sheline.
#amerika-serikat #ben-gvir #sanksi-flotilla #aktivis-gaza #kritik-internasional #duta-besar-as #video-ben-gvir #israel-palestina #blokade-gaza #bantuan-militer #kebijakan-as #hubungan-internasional #st