ESDM Siapkan Skema BLU untuk Impor 150 Juta Barel Minyak Rusia
Kementerian ESDM menyiapkan skema badan layanan umum untuk impor minyak 150 juta barel dari Rusia.
(Bisnis.Com) 21/05/26 15:25 227722
Bisnis.com,JAKARTA— Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan skema impor minyak (crude) 150 juta barel dari Rusia lewat badan layanan umum (BLU).
Pemerintah akan membentuk atau menunjuk lembaga berstatus BLU untuk membeli minyak mentah dari Negeri Beruang Merah.
"Dari pihak kami sudah menyiapkan Perpres [Peraturan Presiden] tentang penunjukan BLU dan kemudian ini akan digodok terus tindak lanjutnya mekanisme dalam bentuk Permen [Peraturan Menteri] atau Kepmen [Keputusan Menteri]," ujar Direktur Pembinaan Program Migas di Ditjen Migas Kementerian ESDM Hendra Gunawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (21/5/2026).
Adapun, pembentukan BLU masih dalam penggodokan. Hendra mengeklaim, pemerintah telah menyiapkan draf Permen sebagai turunan dari Perpres pembentukan BLU.
"Kita sudah mempunyai draf Permen, tindak lanjut dari Perpres," ucap Hendra.
Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan langkah besar dalam strategi pemenuhan energi nasional melalui rencana impor minyak mentah dari Rusia. Volume yang disepakati mencapai 150 juta barel hingga akhir 2026.
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman sebelumnya memberi sinyal bahwa PT Pertamina (Persero) tidak akan menjadi importir minyak mentah Rusia.
Sebab, perusahaan pelat merah itu turut menerbitkan surat utang atau obligasi global (global bond). Menurut Laode, salah satu aspek yang dipertimbangkan sebagai penerbit global bond, yakni menghindari sejumlah hal yang dapat melanggar penerbitan obligasi. Hal itu termasuk transaksi dengan Rusia yang selama ini masih mendapat sanksi dari negara-negara Barat.
"Kita ketahui bahwa Pertamina akan berbisnis menggunakan global bond. Global bond itu harus menghindari hal-hal yang dapat melanggar global bond-nya dia. Jadi nanti makanya skemanya sedang diproses," kata Laode di sela acara Indonesia Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026, Rabu (20/5/2026).
Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung juga sempat mengungkapkan bahwapemerintah memiliki dua opsi yang tengah dipertimbangkan untuk skema impor, yakni melalui badan usaha milik negara (BUMN) atau skema BLU.
Adapun, kedua pilihan tersebut memiliki konsekuensi berbeda, baik dari sisi regulasi maupun pembiayaan. Menurut Yuliot, penggunaan BUMN sebagai pelaksana impor berpotensi menghadapi kendala kontraktual dengan mitra yang sudah ada serta prosedur pengadaan yang mengharuskan proses tender.
Hal ini dinilai kurang sejalan dengan karakter kerja sama yang berbasis government to government (G2G).
Sebaliknya, skema BLU dinilai dapat memberikan fleksibilitas, khususnya dalam aspek pembiayaan. Namun demikian, payung regulasi untuk kedua opsi tersebut masih dalam tahap penyusunan.
Dari sisi harga, pemerintah memastikan bahwa pembelian minyak Rusia akan tetap mengacu pada mekanisme pasar global. Meski demikian, potensi diskon tetap terbuka, tetapi belum dapat dipastikan besarannya.