Kemendag dorong “business matching” UKM dengan ritel modern
Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong adanya pencocokan bisnis (business matching) antara produk dan jenama lokal dari pengusaha kecil dan ...
(Antara) 21/05/26 20:56 228256
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong adanya pencocokan bisnis (business matching) antara produk dan jenama lokal dari pengusaha kecil dan menengah (UKM) agar masuk ke ritel modern seperti pusat perbelanjaan atau mal.
Kementerian Perdagangan terus mengupayakan banyak sekali fasilitas business matching dengan teman-teman UKM, kata Direktur Pemasaran Produk Dalam Negeri (P2DN) Kemendag Dewi Rokhayati di Jakarta, Kamis.
“Kita business matching dengan ritel modern, seperti misalnya Alun-Alun Indonesia, salah satu department store yang perlu kita isi dengan semakin banyak lagi dengan produk Indonesia,” ujar dia menambahkan.
Menurut dia, produk dan jenama lokal yang berhasil masuk ke dalam ritel modern menunjukkan bahwa produk tersebut memiliki kualitas dan daya saing yang tinggi.
Oleh karena itu, peningkatan kualitas jenama dan produk hingga brand awareness menjadi sangat penting agar produk-produk lokal menjadi lebih dikenal di pasar dalam negeri sebelum akhirnya melenggang ke pasar internasional.
“Artinya untuk masuk ke ritel modern seperti Alun-Alun Indonesia ini (menunjukkan produk) sudah cukup naik kelas, sudah bagus. Dan saya rasa apa yang sudah bagus di dalam negeri bisa kita dorong untuk ekspor,” ujar Dewi.
Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag Ari Satria menambahkan, pemerintah mendukung penuh upaya perluasan pasar bagi produk atau jenama lokal agar dapat ikut bersaing di panggung global.
“Kami di Kementerian Perdagangan tentunya akan mendukung pemasaran dari produk-produk dengan kearifan lokal ini, agar bisa mendunia, dan tentunya juga dikenal oleh masyarakat Indonesia sendiri,” kata Ari.
Selain itu, ia menilai saat ini produk-produk kreatif Indonesia seperti kerajinan hingga wastra Nusantara memiliki potensi dan minat yang tinggi di pasar global.
Lebih lanjut, Ari mengatakan hal ini menunjukkan bahwa pasar global masih sangat terbuka terhadap produk-produk berbasis desain, gaya hidup, dan ketekunan (craftsmanship).
“Ditambah lagi tren global saat ini semakin mengarah pada produk yang sustainable, berbahan alami, handmade, dan memiliki cultural storytelling yang kuat,” ujar dia.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
#kemendag #ekspor #umkm-ekspor #wastra #wastra-nusantara #tenun
https://www.antaranews.com/berita/5577171/kemendag-dorong-business-matching-ukm-dengan-ritel-modern