Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional

Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional

Sebanyak 30 delegasi pesantren yang memiliki produk unggulan turut mengikuti business meeting dengan buyer dari berbagai negara. Hari kedua pelaksanaan Inkopotren... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 21/05/26 22:49 228326

JAKARTA - Hari kedua pelaksanaan Inkopotren 2026 di Gedung Smesco Jakarta, Kamis (21/5/2026), difokuskan pada penguatan kapasitas ekspor produk pesantren melalui talkshow, business meeting, hingga peluncuran aplikasi \'Santri Mendunia\'.

Ketua Bidang Ekspor dan Impor Inkopotren yang juga Panitia Rakernas Inkopotren 2026, Moh Abdul Aziz Nawawi menjelaskan, agenda hari kedua lebih menitikberatkan pada penguatan wawasan dan praktik ekspor bagi UMKM pesantren binaan Inkopotren.

"Untuk hari kedua Rakernas Inkopotren ini lebih kepada talkshow yang menghadirkan narasumber ahli di bidang ekspor, termasuk para praktisi yang sudah melakukan ekspor ke tujuh hingga sepuluh negara," kata Direktur PT Eksport Santri Milenial Indonesia ini.

Ia menuturkan, kegiatan tersebut bertujuan agar UMKM pesantren mampu naik kelas dan menembus pasar internasional. Menurutnya, Inkopotren saat ini telah memiliki jaringan buyer dan akses perdagangan di 17 negara.

"Setelah talkshow ini, para peserta langsung dihubungkan dengan buyer sehingga produsen dan pembeli bisa dipertemukan. Ini menjadi rangkaian awal untuk membuka akses ekspor bagi produk pesantren," katanya.

Sebanyak 30 delegasi pesantren yang memiliki produk unggulan turut mengikuti business meeting dengan buyer dari berbagai negara. Tahapan selanjutnya akan dilanjutkan dengan pertemuan daring untuk menindaklanjuti kesiapan produk yang akan didampingi menuju pasar ekspor.

"Nanti akan dilakukan pendampingan lebih lanjut untuk melihat apakah produk-produk tersebut sudah memenuhi standar ekspor ke Eropa, Timur Tengah, maupun Asia. Karena setiap negara memiliki aturan dan kebijakan ekspor yang berbeda," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Inkopotren juga memperkenalkan aplikasi \'Santri Mendunia\' yang akan memuat berbagai produk binaan pesantren dalam satu platform digital. Salah satu produk unggulan yang akan masuk dalam aplikasi tersebut adalah kecap santri binaan Inkopotren.

"Semua produk binaan Inkopotren nantinya akan masuk dalam aplikasi Santri Mendunia. Jadi masyarakat bisa lebih mudah mengenal dan mengakses produk pesantren," tambahnya.

Talkshow hari kedua menghadirkan sejumlah praktisi ekspor, di antaranya Agus sebagai praktisi pengiriman barang dan ekspor, Sofiatun Gudono yang telah mengekspor produk ke tujuh negara, serta Moh Abdul Aziz yang aktif mendampingi produk pesantren Indonesia menuju pasar global.

Abdul Aziz mengungkapkan bahwa tantangan terbesar UMKM pesantren saat ini bukan lagi pada kualitas maupun kuantitas produk, melainkan pada kontinuitas produksi.

"Kualitas dan kuantitas sudah cukup baik, tetapi yang masih menjadi tantangan adalah kontinuitas. Buyer luar negeri tidak ingin transaksi hanya satu bulan, tetapi berkelanjutan dan konsisten," ujarnya.

Menurutnya, kontinuitas menjadi kunci penting dalam membangun kepercayaan pasar internasional terhadap produk pesantren.

"Kuncinya ada tiga, yaitu kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Saat ini kami sedang mencari pola terbaik agar produk pesantren mampu menjaga kesinambungan produksi," katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa aplikasi \'Santri Mendunia\' ditargetkan mulai dapat digunakan satu minggu setelah kegiatan Rakernas berakhir dan nantinya bisa diakses masyarakat umum di seluruh Indonesia.
(abd)

#pesantren #ekspor #bisnis #umkm

https://nasional.sindonews.com/read/1709395/15/rakernas-inkopotren-2026-fokus-dorong-umkm-pesantren-go-internasional-1779375912