Prancis Larang Masuk Menteri Israel Ben-Gvir, Imbas Video Penyiksaan Aktivis Global Sumud Flotilla
Salah satu aktivis dipaksa telanjang dan berlari sementara pasukan Israel tertawa. Prancis telah melarang Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memasuki... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 24/05/26 11:09 230466
PARIS - Prancis telah melarang Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir memasuki negara Eropa tersebut setelah sebuah video diunggah menunjukkan dia mengawasi penyiksaan terhadap para aktivis Global Sumud Flotilla (GSF). Ratusan aktivis diculik dan ditahan pasukan Zionis setelah kapal-kapal mereka yang hendak menuju Gaza dicegat di perairan internasional.Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan keputusan larangan tersebut menyusul perilaku Ben-Gvir yang tidak dapat diterima terhadap warga negara Prancis dan Eropa selama penggerebekan armada bantuan tersebut pekan lalu.
Meskipun Paris tidak mendukung misi para aktivis, Barrot mengatakan perlakuan pasukan Israel terhadap mereka tidak dapat diterima.
"Kita tidak dapat mentoleransi warga negara Prancis yang diancam, diintimidasi, atau menjadi sasaran kekerasan dengan cara ini, terutama oleh seorang pejabat publik," tulisnya di X, pada hari Sabtu.
"Tindakan terhadap Ben-Gvir menyusul serangkaian pernyataan dan tindakan mengejutkan yang panjang, serta hasutan untuk kebencian dan kekerasan terhadap Palestina," ujarnya.
Dia juga mendukung seruan Italia agar Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada menteri Israel tersebut.
Pekan lalu, Ben-Gvir merilis sebuah video yang menunjukkan dirinya mengawasi perlakuan buruk terhadap ratusan aktivis yang diborgol dan ditangkap oleh pasukan Angkatan Laut Israel di perairan internasional saat mereka mencoba mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Dalam rekaman tersebut, Ben-Gvir terlihat mengibarkan bendera Israel dan mengejek para aktivis sementara petugas Israel memaksa para tahanan untuk bersujud dengan dahi menyentuh lantai.
Rekaman tersebut memicu kemarahan dunia internasional, dengan beberapa pemerintah Eropa memanggil utusan Israel untuk memprotes.
Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper menggambarkan adegan tersebut sebagai "benar-benar memalukan", sementara Turki menuduh Israel menunjukkan "pola pikir yang kejam dan biadab".
Aktivis GSF Disiksa
Lebih dari 430 aktivis ditahan selama penggerebekan, kemudian dideportasi pada hari Kamis, kecuali satu warga negara Israel.
Beberapa aktivis kemudian mengeklaim bahwa mereka mengalami pelecehan seksual dan penyiksaan saat berada dalam tahanan Israel.
Jurnalis Italia Alessandro Mantovani, yang termasuk di antara mereka yang dideportasi, mengatakan kepada wartawan di bandara Fiumicino Roma: "Saya dan yang lainnya dibawa ke bandara Ben Gurion dengan borgol dan rantai di kaki kami dan dinaikkan ke penerbangan ke Athena."
"Tentara Israel memukuli kami. Mereka menendang dan memukul kami dan meneriakkan \'Selamat datang di Israel\'," imbuh dia.
Miriam Azem, dari kelompok hak asasi manusia Israel; Adalah, melaporkan bahwa salah satu aktivis dipaksa untuk telanjang dan berlari sementara para penjaga tertawa.
Seorang aktivis mengatakan dalam sebuah wawancara video bahwa tangan dan kakinya diikat saat dia diseret oleh tentara Israel, menambahkan bahwa borgolnya sangat ketat sehingga tangannya kehilangan rasa.
"Mereka tertawa sepanjang waktu. Sangat sadis," katanya kepada wartawan. "Mereka melepas baju saya, mengambil foto. Memperlakukan kami dengan buruk sepanjang malam."
Dr Margaret Connolly, adik perempuan Presiden Irlandia Catherine Connolly dan salah satu yang ditahan, mengatakan kepada Radio RTE; "Para aktivis merasakan apa yang dirasakan orang Yahudi selama Perang Dunia II. Israel sekarang bertindak seperti negara Nazi."
(mas)
#prancis #israel #global-sumud-flotilla #konflik-israel-palestina #jalur-gaza