Konstruksi Sekolah Rakyat Tahap II Capai 59%, Ditarget Beroperasi Juli 2026
Konstruksi Sekolah Rakyat Tahap II capai 59% dan ditargetkan beroperasi Juli 2026. Kementerian PU mempercepat tanpa mengorbankan mutu.
(Bisnis.Com) 25/05/26 12:35 231225
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mengebut konstruksi Sekolah Rakyat Tahap II yang mencatatkan rata-rata progres fisik 59%. Proyek ini ditargetkan mulai dapat beroperasi pada Juli 2026.
Seiring hal itu, Menteri PU Dody Hanggodo menuturkan, seluruh konstruksi fisik bangunan dibidik tuntas pada 20 Juni 2026.
Dia juga menegaskan langkah akselerasi yang dilakukan di lapangan sama sekali tidak boleh mengorbankan mutu dan ketahanan jangka panjang bangunan penunjang pendidikan tersebut.
"Kalau melihat progres strategis saat ini rata-rata 59% dari 93 Sekolah Rakyat bisa selesai," ujar Dody dalam keterangan tertulis, Senin (25/5/2026).
Dody memproyeksikan sisa pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu berkat kesiapan rantai pasok material dan pengawasan mutu konstruksi yang diperketat dari aspek teknis.
Dalam laporannya, wilayah dengan progres fisik tertinggi berada di Kabupaten Sragen, Semarang, Bengkulu, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Kota Medan.
Sebaliknya, titik pengerjaan yang memerlukan percepatan khusus meliputi wilayah Singkawang, Cilacap, Maluku Utara, Brebes, hingga Kabupaten Dharmasraya.
Guna memangkas durasi pengerjaan, Satuan Tugas (Satgas) Percepatan menerapkan metode konstruksi struktural berbasis baja, metal deck, wire mesh, hingga teknologi hollow core slab pada plat lantai.
Selain itu, BUMN Karya dan penyedia jasa konstruksi diinstruksikan menambah jam kerja lembur serta mengerahkan alat berat secara paralel di atas lahan proyek seluas 5–10 hektare.
Dody menekankan, proyek pusat pendidikan terpadu tingkat SD, SMP, hingga SMA ini turut menggerakkan sirkulasi ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja daerah secara masif.
“Kami mendorong penyelesaian berbagai kendala teknis di lapangan mulai dari akses konstruksi, mobilisasi material, hingga kesiapan infrastruktur pendukung guna memastikan seluruh proyek berjalan sesuai target dan dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” pungkasnya.