Purbaya Soroti Importir yang Tinggalkan Barang Terlalu Lama di Pelabuhan
Menkeu Purbaya meminta regulasi barang mengendap di pelabuhan diperkuat setelah ribuan dokumen dan kontainer menumpuk.
(Kompas.com) 06/06/26 19:00 242255
JAKARTA, KOMPAS.com-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta regulasi terkait lama barang berada di pelabuhan diperkuat.
Menurut Purbaya, aturan tersebut perlu dibuat adil dan tidak langsung melipatgandakan denda secara mendadak.
Denda perlu ditentukan berdasarkan batas waktu yang wajar bagi barang untuk berada di pelabuhan.
“Saya minta untuk dilihat regulasinya dan dibuat regulasi semacam punishment untuk orang yang terlalu lama meninggalkan barangnya di sini,” kata Purbaya dalam kunjungan kerja ke Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Purbaya mengatakan, sejumlah importir sengaja meninggalkan barang selama berbulan-bulan di Pelabuhan Tanjung Priok.
Menurut dia, hal itu terjadi karena biaya denda penumpukan lebih murah dibandingkan biaya menyewa gudang di luar pelabuhan.
Kondisi tersebut membuat kapasitas pelabuhan penuh dan menurunkan kinerja logistik.
Purbaya mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok untuk menindaklanjuti informasi soal penumpukan sekitar 3.000 dokumen atau surat yang belum terselesaikan.
Selain itu, terdapat sekitar 3.100 unit kontainer yang masih menumpuk.
Kondisi tersebut dikeluhkan sebagian pelaku usaha karena mengganggu pasokan bahan baku.
Penumpukan itu juga meningkatkan dwelling time atau waktu tunggu kontainer dan kargo di area pelabuhan.
“Jadi saya lihat ke sini, semuanya sudah diinstruksi untuk perbaikan secepatnya, sudah turun dari katanya dari 3.000 ke 2.500,” ungkap Purbaya.
Minta tambah personel
Berdasarkan penjelasan di lapangan, penumpukan barang terjadi karena belum ada regulasi yang mengatur lama tinggal komoditas di pelabuhan.
Alasan lain ialah peningkatan jumlah barang masuk yang tinggi pada April sampai Mei 2026.
Namun, Purbaya menilai alasan tersebut kurang masuk akal jika dijadikan pembenaran atas lambatnya proses pengurusan barang.
“Kalau masalahnya itu (peningkatan jumlah barang masuk), saya minta untuk tambah personel lagi. Jadi mereka harus kerja 24/7 sampai 2 kali shift atau lebih, sampai nanti jumlahnya turun ke level yang semula, sekitar 500,” ucap Menkeu.
Purbaya menilai penambahan personel dan pola kerja penuh waktu perlu dilakukan untuk mempercepat penyelesaian dokumen dan mengurangi tumpukan kontainer.
Ia meminta perbaikan dilakukan segera agar arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok kembali normal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang