Minyakita Tak Lagi Disalurkan untuk Bantuan Pangan
Kemendag hentikan distribusi Minyakita untuk bantuan pangan, fokus didistribusikan ke pasar rakyat.
(Bisnis.Com) 08/06/26 14:55 243483
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengubah komposisi bantuan pangan (banpang) dengan tidak lagi menyalurkan Minyakita dalam program tersebut.
Sebagai gantinya, komoditas seperti telur dan ayam berpotensi masuk ke dalam banpang maupun program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menyerap pasokan saat harga di tingkat peternak mengalami penurunan.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan seluruh pasokan Minyakita kini akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui pasar rakyat sehingga minyak goreng kemasan sederhana itu tidak lagi menjadi bagian dari program bantuan pangan.
“Jadi sekarang tidak ada lagi Minyakita untuk bantuan pangan. Semua akan didistribusikan ke pasar rakyat sehingga masyarakat mudah untuk mendapatkan Minyakita,” kata Budi dalam konferensi pers di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).
Budi menyampaikan Kemendag saat ini juga terus berkoordinasi dengan produsen, Perum Bulog, dan ID Food untuk memastikan distribusi Minyakita berjalan lancar di seluruh wilayah.
Ke depan, lanjut dia, bantuan pangan akan bersifat lebih fleksibel mengikuti dinamika harga komoditas di pasar. Dia menyampaikan telur yang mengalami penurunan harga dapat masuk dalam bantuan pangan, sementara komoditas lain seperti ayam juga berpotensi mendapatkan perlakuan serupa.
“Bantuan pangan pun bisa juga nanti bervariasi ya. Misalnya, telur lagi turun, bisa aja telur untuk bantuan pangan. Kemudian juga yang tadi kerja sama dengan MBG, tidak hanya telur kebutuhan pokok yang nanti turun misalnya ayam ya. Ayam kalau harga turun juga bisa diserap MBG,” ujarnya.
Menurut Budi, skema tersebut menunjukkan koordinasi antara pemerintah dan berbagai program intervensi pangan kini berjalan lebih baik dalam merespons gejolak harga di pasar.
“Jadi sekarang ekosistemnya sudah berjalan dengan baik. Kita terus koordinasi ketika terjadi gejolak harga kita mudah-mudahan bisa mengatasi dengan baik,” ucapnya.
Sebelumnya, pemerintah mengungkap salah satu penyebab terganggunya distribusi Minyakita di pasar adalah tingginya penyerapan untuk program bantuan pangan yang mencapai 33 juta penerima selama 2 bulan terakhir.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, lonjakan kebutuhan minyak goreng dalam program bantuan pangan membuat pasokan Minyakita di pasar tradisional ikut berkurang.
“Ini tuh kesedot [Minyakita] sehingga di pasar agak berkurang, harga menjadi naik. Nah, ini cepat kita akan supply-nya kita tambah,” kata Zulhas dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Dia menjelaskan, dalam program bantuan pangan tersebut setiap penerima mendapatkan alokasi minyak goreng dalam jumlah tertentu selama 2 bulan. Skala distribusi yang besar membuat stok Minyakita di pasar ikut terserap ke program tersebut.
“33 juta x 2 bulan x 2 liter pakai minyak itu [Minyakita]. Nah, sekarang kita ubah bantuan pangan nanti kita akan pakai merek apa saja dengan harga yang sama tentu,” ujarnya.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan distribusi bantuan akan lebih fleksibel dengan menggunakan berbagai merek minyak goreng dari produsen. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar pasokan Minyakita di pasar tradisional tetap terjaga dan tidak terganggu oleh penyaluran bantuan pangan berskala besar.
Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat koordinasi dengan Bulog dan BUMN pangan lainnya untuk memastikan distribusi Minyakita kembali fokus ke pasar rakyat di 500 kabupaten/kota.
“Sekarang kita akan balik. Nanti kalau bantuan kita minta merek apa saja dengan harga yang sama dari produsen, sehingga yang di pasar tradisional itu tidak berkurang,” pungkasnya.