Telkom (TLKM) Kantongi Restu Buyback Saham Rp4 Triliun
Telkom (TLKM) mendapatkan persetujuan untuk melakukan buyback saham senilai maksimal Rp4 triliun selama 12 bulan mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.
(Bisnis.Com) 08/06/26 18:26 243812
Bisnis.com, JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) memperoleh restu pemegang saham untuk melaksanakan program pembelian kembali (buyback) saham senilai maksimal Rp4 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Senin (8/6/2026).
Direktur Utama TLKM Dian Siswarini mengatakan program pembelian kembali saham dapat dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia maupun di luar bursa secara bertahap ataupun sekaligus.
Pelaksanaan buyback akan berlangsung selama 12 bulan setelah memperoleh persetujuan RUPST, yakni sejak 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.
Menurut Dian, buyback dilakukan sebagai bagian dari strategi perseroan untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus menjaga stabilitas harga saham TLKM di tengah dinamika pasar.
"Aksi korporasi ini dijalankan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga saham Perseroan di tengah dinamika pasar," ujar Dian dalam keterangan resmi, Senin (8/6/2026).
Persetujuan buyback tersebut diperoleh di tengah tekanan yang membayangi saham TLKM sepanjang tahun berjalan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, saham TLKM ditutup melemah 14,86% ke level Rp2.350 pada perdagangan Senin (8/6/2026).
Di sisi lain, Dian menegaskan fundamental bisnis perseroan tetap terjaga di tengah proses transformasi yang tengah dijalankan. Sepanjang 2025, TLKM membukukan pendapatan sebesar Rp146,74 triliun dengan EBITDA Rp72,24 triliun dan laba bersih Rp17,81 triliun.
Dia menjelaskan perseroan terus mempercepat implementasi strategi transformasi TLKM 30 yang difokuskan pada peningkatan efisiensi operasional, penyederhanaan portofolio bisnis, monetisasi aset infrastruktur, hingga perubahan model operasional menjadi HoldCo–OpCo.
"Keputusan-keputusan yang diambil dalam RUPST ini mencerminkan komitmen Telkom untuk terus meningkatkan kinerja dan menciptakan nilai tambah," ujar Dian.
Selain menyetujui buyback saham, pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp21,9 triliun. Nilai tersebut terdiri atas sekitar Rp17,8 triliun yang berasal dari laba bersih tahun buku 2025 dan sekitar Rp4,2 triliun dari saldo laba ditahan tahun-tahun sebelumnya.
Dian mengatakan keputusan pembagian dividen mempertimbangkan keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang perseroan.
"Meskipun menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang tahun 2025, perseroan telah berhasil membuktikan bahwa fundamental bisnis tetap terjaga dan arus kas juga kian menguat," kata Dian.
Pembayaran dividen dijadwalkan paling lambat pada 10 Juli 2026 kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada penutupan perdagangan 19 Juni 2026.
RUPST juga merestui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi perseroan. Angga Raka Prabowo ditetapkan sebagai Komisaris Utama, sementara Dian Siswarini tetap menjabat sebagai Direktur Utama Telkom untuk melanjutkan agenda transformasi dan pengembangan bisnis digital perseroan.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#telkom-buyback #buyback-saham #telkom-indonesia #saham-tlkm #rupst-telkom #harga-saham-telkom #strategi-buyback #dividen-telkom #fundamental-bisnis-telkom #transformasi-telkom #kinerja-telkom #nilai-p