Telkom Bidik Kota Berkembang Jadi Motor Pertumbuhan Fixed Broadband

Telkom Bidik Kota Berkembang Jadi Motor Pertumbuhan Fixed Broadband

Telkom fokus pada kota berkembang dan suburban untuk memperluas layanan fixed broadband, memanfaatkan potensi pertumbuhan besar di wilayah tersebut.

(Bisnis.Com) 22/06/26 06:30 255710

Bisnis.com, JAKARTA— PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. menilai ruang pertumbuhan layanan internet tetap (fixed broadband) di Indonesia masih sangat besar seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan konektivitas rumah yang andal dan berkualitas.

Senior Vice President (SVP) Group Sustainability and Corporate Communication Telkom Ahmad Reza mengatakan, potensi pertumbuhan terbesar berada di kota-kota berkembang dan kawasan suburban. Menurutnya, kebutuhan layanan digital di wilayah tersebut terus meningkat, sementara penetrasi fixed broadband masih dapat terus diperluas.

“Melalui penguatan layanan konvergensi dan peningkatan pengalaman pelanggan, prospek bisnis konektivitas rumah diyakini tetap positif dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” kata Ahmad kepada Bisnis, Minggu (21/6/2026).

Ahmad menjelaskan tingkat penetrasi fixed broadband yang masih berada di kisaran 42,3% menunjukkan peluang pertumbuhan pasar yang masih sangat besar. Oleh karena itu, Telkom berfokus memperluas adopsi layanan berbasis serat optik (fiber) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan konektivitas rumah yang stabil dan berkualitas guna mendukung berbagai aktivitas digital.

Selain memperluas jaringan, Telkom juga terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya fixed broadband sebagai fondasi layanan internet rumah yang stabil dan andal.

“Dengan semangat melayani sepenuh hati, Telkom berkomitmen menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang,” kata Ahmad.

Lebih lanjut, Ahmad mengatakan, fixed broadband dan mobile broadband memiliki peran yang saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan digital pelanggan. Mobile broadband memberikan fleksibilitas saat beraktivitas di luar rumah, sedangkan fixed broadband menghadirkan koneksi yang stabil dan andal untuk mendukung berbagai aktivitas digital di rumah secara bersamaan.

“Telkom berkomitmen terus menghadirkan pengalaman konektivitas yang seamless, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang,” katanya.

Di sisi lain, Direktur ICT Institute Heru Sutadi menilai peluang pertumbuhan fixed broadband di Indonesia masih sangat besar. Menurutnya, kebutuhan internet rumah yang andal terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas digital masyarakat, mulai dari bekerja, belajar, hiburan, hingga pemanfaatan berbagai layanan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Sementara itu, tingkat penetrasi fixed broadband di Indonesia masih relatif rendah sehingga ruang pertumbuhannya masih terbuka lebar.

“Kota-kota berkembang dan kawasan suburban diperkirakan akan menjadi motor pertumbuhan baru dalam beberapa tahun mendatang,” kata Heru saat dihubungi Bisnis pada Minggu (21/6/2026).

Sebagai pemimpin pasar, lanjut Heru, Telkom perlu terus menjaga kualitas layanan sekaligus memperluas jaringan ke wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan besar. Selain itu, perusahaan perlu menghadirkan paket layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, menawarkan harga yang kompetitif, serta meningkatkan responsivitas layanan pelanggan.

Menurutnya, Telkom juga dapat memperkuat strategi bundling dengan berbagai layanan digital dan Telkomsel agar pelanggan memperoleh nilai tambah yang lebih besar.

“Menurut saya, kualitas layanan harus tetap menjadi prioritas utama,” katanya.

Heru menambahkan persaingan industri saat ini tidak lagi semata-mata ditentukan oleh harga, melainkan juga oleh pengalaman pelanggan. Masyarakat menginginkan layanan internet yang stabil, minim gangguan, dan didukung layanan pelanggan yang cepat tanggap.

Selain itu, Telkom perlu terus berinovasi dan menjaga kepercayaan pelanggan agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat.

“Jika kualitas dan pelayanan tetap terjaga, masyarakat akan tetap menjadikan Telkom sebagai pilihan utama untuk internet rumah,” ungkapnya.

Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan jumlah penduduk yang berlangganan internet tetap mencapai 99,51 juta jiwa atau setara 42,3% dari total pengguna internet Indonesia yang mencapai 235,26 juta jiwa pada 2026.

Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan 2025 yang sebesar 38,7%, atau naik 3,6 poin persentase.Meski demikian, masih terdapat sekitar 57,7% pengguna internet yang belum berlangganan layanan internet tetap. Proporsi tersebut telah menurun dibandingkan dengan 61,3% pada tahun sebelumnya.

Dari sisi penyedia layanan, IndiHome milik Telkomsel yang berada di bawah Telkom, masih menjadi layanan internet tetap yang paling banyak digunakan dengan tingkat penggunaan mencapai 47,3% pada 2026, meningkat dari 43,9% pada tahun sebelumnya.

Di posisi kedua terdapat MyRepublic dengan tingkat penggunaan 13,8%, melonjak dari 2,8% pada 2025.

Selanjutnya, iConnet mencatat tingkat penggunaan sebesar 4,7%, disusul MNC Play 3,3%, Biznet 3,1%, XL Home 2,7%, First Media 2,6%, Megavision 2,4%, Oxygen 1,9%, CBN 1,1%, dan layanan satelit broadband 1,0%.

Sementara itu, pengguna yang berlangganan penyedia layanan di luar nama-nama tersebut mencapai 16,2%, turun dibandingkan dengan 23,8% pada tahun sebelumnya.

#telkom #tlkm #fixed-broadband #internet-rumah #wifi #internet

https://teknologi.bisnis.com/read/20260622/101/1982286/telkom-bidik-kota-berkembang-jadi-motor-pertumbuhan-fixed-broadband