Microsoft Tegaskan Data Customer Aman, Tak Digunakan untuk Melatih AI
Microsoft memastikan data pelanggan aman dan tidak digunakan untuk melatih AI. Fokus pada keamanan data dan mendukung sovereign AI dengan infrastruktur dan akses model AI yang luas.
(Bisnis.Com) 30/06/26 14:39 263690
Bisnis.com, JAKARTA — Microsoft memastikan data pelanggan tidak digunakan untuk melatih model kecerdasan buatan (AI).
Senior Cloud and AI Platform GTM Microsoft ASEAN Fiki Setiyono mengatakan perusahaan memastikan data pelanggan tidak dikirim untuk melatih ulang (retraining) reasoning model yang digunakan Microsoft.
“Karena kan di Microsoft kami punya several reasoning models, tapi yang salah satu frontier models-nya Microsoft, misalnya contohnya Azure Open AI, tidak dikirim untuk melatih ulang,” kata Fiki dalam acaraMedia Work Trend Index 2026 Indonesia Media Briefing, Selasa (30/6/2026).
Fiki menjelaskan hal itu berarti data pelanggan Microsoft tidak dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan reasoning model. Menurutnya, secara teknis Microsoft telah membangun mekanisme yang dapat dibuktikan untuk memastikan hal tersebut.
Di sisi lain, Fiki mengatakan meningkatnya perhatian terhadap keamanan dan pengelolaan data justru menunjukkan bahwa kebutuhan industri terhadap AI kini bergerak menuju konsepsovereign AI. Menurutnya, tren tersebut bukan merupakan kemunduran, melainkan bukti adopsi AI telah berkembang semakin matang sehingga isusovereign AImenjadi semakin relevan.
Fiki menambahkan bagi Microsoft,sovereign AIkini bukan lagi sekadar konsep. Perusahaan, kata dia, mendukung implementasisovereign AImelalui dua prinsip utama. Prinsip pertama adalah memastikan ketersediaan infrastruktur AI.
“Jadi contohnya di keberadaan data center-nya Microsoft di Indonesia sudah ada infrastruktur berbasis AI, VM, GPU yang bisa di-utilize. Itu prinsip pertama bagaimana Microsoft ingin mendemokratisasi keberadaan infrastruktur mendukung sovereign,” kata Fiki.
Prinsip kedua adalah mendemokratisasi akses terhadap model AI. Fiki mengatakan Microsoft tidak membatasi pengguna hanya pada satu model AI, melainkan menyediakan beragam pilihan model.
Dia mencontohkan Microsoft baru saja meluncurkanAnthropic General Availabilitydi Microsoft Foundry. Selain model dari OpenAI, platform tersebut juga menyediakan model lain seperti DeepSeek dan Kimi.
Secara keseluruhan, Microsoft Foundry kini memiliki sekitar 11.000 model AI yang dapat digunakan pelanggan.
“Sehingga ini harapannya tadi bisa menjawab bagaimana akurasi, security, privacy, dilihat dari ketersediaan teknologi dan juga prinsip-prinsip yang Microsoft pegang,” katanya.
#microsoft-data-customer #keamanan-data-microsoft #microsoft-ai-training #azure-open-ai #microsoft-reasoning-model #sovereign-ai #keamanan-data-pelanggan #microsoft-data-center-indonesia #infrastruktur