Penggunaan AI Kian Masif di Perbankan, OJK Wanti-Wanti soal Risiko

Penggunaan AI Kian Masif di Perbankan, OJK Wanti-Wanti soal Risiko

OJK mengingatkan risiko AI di perbankan meski bermanfaat, seperti dalam efisiensi dan deteksi fraud.

(Bisnis.Com) 24/11/25 15:41 48233

Bisnis.com, JAKARTA – Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu teknologi terkini yang mulai banyak digunakan, termasuk di industri perbankan. Kendati begitu, penggunaannya diharapkan tidak menggantikan etika yang menjadi nilai inti perbankan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) Kuartal IV/2025 mengungkap bahwa sebagian bank telah memanfaatkan AI dalam beberapa kegiatan proses bisnis. Survei dilakukan pada Oktober 2025 dengan melibatkan 102 bank dengan nilai aset mencapai sebesar 99,25% dari total aset seluruh bank umum pada September 2025.

Dalam laporan itu, OJK mengungkap sejumlah dampak positif penggunaan AI terhadap industri perbankan. Di antaranya, sebagai alat bantu yang efektif dalam pengumpulan, perangkuman, dan analisis informasi dengan lebih komprehensif dan cepat.

“Terutama pada aktivitas bank yang bersifat rutin namun membutuhkan sumber informasi yang banyak dan beragam sehingga dapat mengurangi beban kerja pegawai,” bunyi laporan SBPO, dikutip Senin (24/11/2025).

Dampak positif lainnya bagi industri ini yakni meminimalisir kesalahan manusia pada aktivitas berulang, mengurangi biaya operasional, serta sebagai early warning system dan fraud detection lantaran dapat mendeteksi fraud dan pola transaksi mencurigakan secara real time.

Kendati begitu, OJK dalam survei ini juga mengingatkan risiko yang muncul dari penggunaan AI terhadap industri perbankan. Menurut laporan tersebut, otomatisasi melalui AI dapat menggeser fungsi manusia. “Terutama di area operasional dan layanan dasar yang sifatnya repetitif dan manual,” tulis laporan itu.

Selain itu, risiko keamanan siber dan ketergantungan teknologi turut membayangi industri perbankan. Laporan itu menuturkan, sistem yang terkoneksi secara luas dan terotomatisasi rentan terhadap manipulasi data dan serangan siber.

Risiko lainnya yakni masalah etika dan privasi data. OJK menjelaskan, penggunaan AI yang melibatkan analisis data pribadi dalam skala besar dapat memicu pertanyaan etis terkait privasi, khususnya jika tidak disertai dengan kebijakan Perlindungan Data Pribadi dan prinsip persetujuan yang transparan dan akuntabel.

“Mengingat AI sangat bergantung pada data dan algoritma maka dapat menimbulkan bias algoritma dalam pengambilan keputusan,” ungkap laporan itu.

Melihat dampak positif dan negatif dari penggunaan AI terhadap industri perbankan, OJK menyimpulkan bahwa penggunaan teknologi ini harus selalu berada di bawah kendali kecerdasan manusia.

“AI dapat menggantikan prosedur, tetapi tidak dapat menggantikan nilai-nilai etika, kepercayaan, dan integritas yang telah menjadi nilai inti perbankan,” pungkasnya.

#ai-perbankan #ai-industri-perbankan #ojk-ai-perbankan #risiko-ai-perbankan #ai-dan-etika-perbankan #ai-otomatisasi-perbankan #keamanan-siber-perbankan #ai-fraud-detection #ai-analisis-data #ai-privasi

https://finansial.bisnis.com/read/20251124/90/1931211/penggunaan-ai-kian-masif-di-perbankan-ojk-wanti-wanti-soal-risiko