Industri Keuangan Non Bank Ciayumajakuning Menggeliat Tak Merata, Risiko Mulai Menguat
Industri Keuangan Non-Bank di Ciayumajakuning menunjukkan kinerja beragam hingga September 2025. LKM mengalami penurunan aset dan pinjaman, sementara LKMS dan perusahaan pergadaian swasta mencatat per
(Bisnis.Com) 25/11/25 12:31 49451
Bisnis.com, CIREBON- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mencatat kinerja sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di wilayah Ciayumajakuning menunjukkan pergerakan beragam hingga September 2025.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menyampaikan perkembangan kinerja 8 lembaga keuangan mikro/syariah (LKM/S) dan dua perusahaan pergadaian yang menjadi objek pengawasan masih bergerak dinamis di tengah tekanan perekonomian regional.
Menurut Agus Muntholib, kinerja Lembaga Keuangan Mikro (LKM) mengalami kontraksi pada sejumlah indikator utama. Aset LKM turun 4,30% secara tahunan menjadi Rp20,39 miliar. Penurunan juga terjadi pada penyaluran pinjaman dengan kontraksi 7,61% menjadi Rp18,11 miliar.
Sementara, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) ikut menurun 1,95% menjadi Rp13,2 miliar. Agus menjelaskan tren ini menandakan perlambatan aktivitas intermediasi di segmen LKM, terutama akibat penurunan kemampuan bayar sebagian debitur dan mulai ketatnya ekspansi pinjaman di sektor mikro.
"Tekanan tersebut masih dapat dikendalikan dan tidak memengaruhi stabilitas lembaga secara keseluruhan. OJK terus mendorong penguatan manajemen risiko, efisiensi operasional, serta pembenahan kualitas portofolio pinjaman agar LKM tetap mampu menjaga permodalan di tengah perlambatan ekonomi domestik," kata Agus, Selasa (25/11/2025).
Sementara itu, lembaga keuangan mikro syariah (LKMS) menunjukkan tren berbeda. Agus menyebut kinerja LKMS bergerak positif dengan peningkatan pada hampir seluruh indikator kunci.
Aset LKMS meningkat 5,26% secara tahunan menjadi Rp37,91 miliar. Penyaluran pembiayaan naik 12,40% menjadi Rp16,25 miliar. Penghimpunan DPK ikut mengalami apresiasi 0,35% menjadi Rp21,27 miliar.
Agus menilai kenaikan kinerja LKMS ditopang minat masyarakat terhadap skema pembiayaan berbasis syariah yang cenderung lebih stabil pada periode ketidakpastian ekonomi.
"Peningkatan ini juga memperlihatkan kemampuan LKMS dalam menjaga kualitas pembiayaan serta memperluas basis nasabah di wilayah Ciayumajakuning," katanya.
Pada saat bersamaan, kinerja perusahaan pergadaian swasta juga mencatat perkembangan positif. Agus menjelaskan aset perusahaan gadai meningkat signifikan 31,45 persen secara tahunan menjadi Rp4,7 miliar.
Ia menyebut tren kenaikan aset mencerminkan penguatan kapasitas usaha dan kemampuan perusahaan gadai dalam meningkatkan basis layanan masyarakat.
Namun, penyaluran pinjaman pada perusahaan pergadaian justru mengalami kontraksi cukup dalam. Nilai pinjaman turun 48,69% secara tahunan menjadi Rp473,9 juta.
Agus mengatakan perlambatan ini dipengaruhi menurunnya permintaan gadai dari sektor rumah tangga serta pergeseran kebutuhan masyarakat yang kini lebih memilih skema pinjaman produktif melalui berbagai lembaga pembiayaan.
"Walaupun penyaluran kredit turun, kami menilai perusahaan pergadaian tetap berada pada kondisi sehat. Struktur permodalan dinilai kuat dan risiko kredit masih berada dalam batas aman," kata Agus.
"Industri pergadaian tetap memiliki ruang pertumbuhan mengingat kebutuhan likuiditas masyarakat yang bersifat jangka pendek tetap tinggi pada periode tertentu," sambungnya.
Agus menegaskan OJK Cirebon terus memperkuat fungsi pengawasan terhadap seluruh lembaga di sektor IKNB. OJK juga mendorong setiap entitas meningkatkan inovasi layanan, memperluas akses pembiayaan, serta menjaga tata kelola agar industri tetap kontributif terhadap ekonomi daerah.
Ia menyampaikan komitmen OJK untuk memastikan stabilitas sektor keuangan non-bank tetap terjaga. Aktivitas intermediasi akan terus dipantau untuk menjaga kualitas pertumbuhan, terutama di segmen mikro yang menjadi tulang punggung perekonomian Ciayumajakuning.
"OJK juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi risiko yang dapat memengaruhi ketahanan lembaga keuangan di wilayah Ciayumajakuning," tutup Agus.
#industri-keuangan-non-bank #ojk-cirebon #kinerja-iknb #lembaga-keuangan-mikro #penurunan-aset-lkm #peningkatan-aset-lkms #pembiayaan-syariah #perusahaan-pergadaian #penurunan-pinjaman-gadai #risiko-kr