Turunkan Gajah ke Area Terdampak Banjir, BKSDA Aceh Pastikan Animal Welfare

Turunkan Gajah ke Area Terdampak Banjir, BKSDA Aceh Pastikan Animal Welfare

BKSDA Aceh gunakan gajah terlatih untuk pemulihan pascabanjir di Pidie Jaya dan memastikan kesejahteraan hewan terjaga

(Bisnis.Com) 09/12/25 13:42 66225

Bisnis.com, JAKARTA — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh memastikan proses penurunan gajah terlatih dalam pemulihan pascabanjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dilakukan dengan hati-hati dan mengedepankan aspek kesejahteraan hewan (animal welfare).

Sebagaimana diketahui, empat ekor gajah jinak turut dikerahkan untuk proses pemulihan daerah terdampak banjir pada Minggu (7/12/2025).

Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata menyampaikan bahwa timnya telah melakukan survei menyeluruh terhadap kondisi lokasi, aksesibilitas, tingkat keamanan dan kebutuhan operasional sebelum menerjunkan gajah-gajah tersebut ke lapangan. Hasil survei tersebut menjadi dasar penentuan rute, titik kerja, area istirahat gajah, serta pengaturan durasi kerja yang disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi satwa.

Ujang juga menyampaikan bahwa sebagai bagian dari komitmen menjaga kesehatan gajah, tim memastikan bahwa area istirahat telah dipersiapkan secara memadai, termasuk ketersediaan pakan yang cukup, suplemen pendukung, serta sistem pemantauan kesehatan yang dilakukan secara berkala.

Kebutuhan air minum satwa juga menjadi perhatian utama. Untuk menjamin kecukupan konsumsi air, tim menyiagakan satu unit mobil slip-on berisi tangki dan selang air yang siaga setiap saat di lokasi kerja.

Ujang menerangkan bahwa pemanfaatan gajah terlatih untuk penanganan bencana sebenarnya telah diterapkan di beberapa negara Asia, termasuk Indonesia ketika bencana Tsunami Aceh 2004.

Dia menambahkan pemanfaatan ini juga merupakan salah satu bentuk guna liman atau pemanfaatan gajah secara lestari dengan prinsip kehati-hatian. Menurutnya, gajah memiliki kemampuan yang membuatnya efektif dalam penanganan bencana selama dilakukan secara aman, didampingi mahout atau petugas, dan mengedepankan kesejahteraan satwa.

“Keempat gajah terlatih diangkut menggunakan truk langsir dari tempat tambat menuju lokasi target penanganan, hal ini dilakukan untuk keamanan dan keselamatan gajah termasuk menghindari stres sebelum mendukung penanganan area terdampak banjir,” ujar Ujang, dikutip dari siaran pers, Selasa (9/8/2025).

Penentuan titik-titik lokasi kerja juga telah melalui proses koordinasi intensif dengan Bupati Pidie Jaya dan unsur Kepolisian setempat. Ujang mengatakan koordinasi ini tidak hanya dilakukan untuk memastikan keamanan seluruh personel dan satwa, tetapi juga mengatur batas waktu kerja agar gajah tidak bekerja melebihi kapasitasnya..

Ujang turut menerangkan bahwa gajah-gajah yang diterjunkan disertai dengan delapan orang mahout, personel Polisi Kehutanan (Polhut) Resor, serta dokter hewan lengkap dengan perlengkapan medis lapangan.

“Seluruh kegiatan turut mendapat pengawalan penuh dari unsur kepolisian, sehingga operasional dapat berlangsung tertib, aman, dan terarah,” katanya.

Mobilisasi gajah terlatih ini merupakan langkah kolaboratif untuk membantu percepatan pemulihan kondisi lingkungan pascabanjir, terutama di wilayah yang sulit dijangkau alat berat. Selain berfokus pada pemulihan, misi ini juga menunjukkan komitmen kuat bahwa penggunaan satwa dalam operasi lapangan harus selalu menghormati dan menjaga kesejahteraannya.

“Ini bukti betapa gajah bukanlah musuh manusia, jangan rusak habitatnya, jangan ganggu rumah mereka. Karena dalam situasi darurat, saat semua sudah lumpuh, gajahlah yang akan melindungi manusia,” kata Ujang.

#gajah-terlatih #bksda-aceh #kesejahteraan-hewan #pemulihan-pascabanjir #pidie-jaya #penanganan-bencana #mobilisasi-gajah #animal-welfare #gajah-jinak #pemantauan-kesehatan-gajah #penggunaan-satwa #mah

https://hijau.bisnis.com/read/20251209/651/1935368/turunkan-gajah-ke-area-terdampak-banjir-bksda-aceh-pastikan-animal-welfare