Tahap Awal Kampung Haji di Mekah Tampung 22.000 Jemaah

Tahap Awal Kampung Haji di Mekah Tampung 22.000 Jemaah

Danantara menyatakan pengembangan Kampung Haji di Mekah bertahap dengan target awal menampung 10 persen dari total jemaah Indonesia setiap tahun.

(Bisnis Tempo) 07/01/26 20:22 96568

BADAN Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara melaporkan pengembangan kompleks atau Kampung Haji di Mekah, Arab Saudi. Kawasan Thakher disebutkan menjadi fondasi awal yang telah berjalan.

Kawasan Thakher meliputi Novotel Thakher Makkah yang berada di atas lahan 4,4 hektare dan berjarak 2-3 kilometer dari Masjidil Haram. Tercatat ada sekitar 1.461 kamar di tiga menara, serta kurang lebih 14 plot lahan kawasan yang direncanakan untuk pengembangan lanjutan, termasuk area komersial dan pusat ritel.

"Secara bertahap kawasan ini dirancang untuk berkembang hingga sekitar 6.000 kamar dengan estimasi kapasitas mencapai kurang lebih 22.000 jemaah atau sekitar 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya," kata Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengutip Antara, Rabu, 7 Januari 2026.

Pandu menyatakan pengembangan Kampung Haji akan difokuskan pada penyediaan akomodasi dan diarahkan untuk membangun ekosistem layanan jemaah yang lebih terintegrasi. Hal itu mencakup fasilitas ritel, dukungan logistik, serta berbagai layanan penunjang lainnya.

“Kami ingin membangun ekosistem, bukan hanya hotel. Kawasan Thakher kami siapkan sebagai basis pengembangan layanan jamaah Indonesia yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan,” tutur Pandu.

Seiring akuisisi kawasan Thakher, Danantara tengah mengikuti dan mencermati proses lelang yang dijalankan oleh Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC). RCMC merupakan otoritas pengembangan Kota Mekah yang bertugas menetapkan arah kebijakan, tata kawasan, serta skema pengembangan untuk proyek-proyek strategis di Mekah.

Danantara kemudian menempatkan pengembangan Kampung Haji sebagai bagian dari strategi jangka panjang yang selaras dengan rencana Kota Mekah dan kerangka kerja yang ditetapkan RCMC. Di sisi lain, RCMC menawarkan sejumlah plot kawasan dengan berbagai karakteristik lokasi, peruntukan, dan jarak terhadap Masjidil Haram.

Adapun, prosesnya mencakup tahapan penawaran, evaluasi teknis dan finansial, serta seleksi investor yang dinilai mampu mengembangkan kawasan sesuai rencana tata kota Mekah. “RCMC adalah bagian penting dari ekosistem pengembangan Mekah. Kami masih terlibat dalam proses tersebut sebagai bagian dari eksplorasi jangka panjang untuk Kompleks Haji, tentu dengan pendekatan yang sangat selektif dan berbasis kajian menyeluruh,” tutur Pandu.

Pengembangan Kampung Haji dijalankan melalui dua jalur strategis secara paralel. Diantaranya jalur pertama yaitu penguatan fondasi proyek melalui Kawasan Thakher. Jalur kedua dilakukan melalui partisipasi aktif dan penjajakan berkelanjutan dalam mekanisme lelang yang dikelola oleh RCMC untuk peluang kawasan lain di sekitar Masjidil Haram.

“Kawasan Thakher menjadi fondasi awal karena asetnya eksisting dan siap dikembangkan, sementara pada saat yang sama kami juga masih mengikuti proses lelang RCMC untuk peluang kawasan lain yang lebih dekat dengan pusat aktivitas haji dan umrah,” ujar Pandu.

Lebih lanjut, dalam proyeksi awal, pengembangan lanjutan ditargetkan memasuki tahap pembangunan pada 2026, dengan operasional hotel tambahan direncanakan mulai 2029, mengikuti kesiapan proyek dan perizinan. “Fokus kami adalah memastikan setiap langkah dilakukan secara prudent (hati-hati), terukur, dan memberi manfaat jangka panjang. Kompleks Haji kami bangun sebagai proyek strategis lintas generasi,” kata Pandu.

#kampung-haji #mekah #danantara #pandu-sjahrir #masjidil-haram #novotel

https://tempo.co/ekonomi/tahap-awal-kampung-haji-di-mekah-tampung-22-000-jemaah-2105258