Mentan Ancam Cabut Izin Importir Kedelai yang Naikkan Harga Berlebihan
Langkah tegas disiapkan untuk menjaga stabilitas harga pangan nasional.
(Republika) 15/04/26 18:18 192403
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengancam akan mencabut izin importir kedelai yang menaikkan harga secara berlebihan. Ia menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi praktik spekulatif yang merugikan masyarakat.
Pemerintah, menurut dia, terus memantau pergerakan harga komoditas strategis, termasuk kedelai, untuk menjaga stabilitas dan keterjangkauan pangan nasional. “Aku minta kemarin kedelai, jangan naik banyak,” kata Amran saat bertemu awak media di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Ia menegaskan pelaku usaha tetap memiliki ruang untuk memperoleh keuntungan. Namun, kenaikan harga harus dilakukan secara wajar dan tidak membebani konsumen. Dalam kondisi ekonomi yang masih fluktuatif, pemerintah mendorong pelaku usaha untuk menjaga keseimbangan antara keuntungan dan tanggung jawab sosial.
“Kalau di kedelai, kalau mau naikkan semena-mena, yang impor kedelai, aku pastikan aku cabut izinnya,” ujar Amran.
Ia menjelaskan, instrumen perizinan menjadi salah satu alat pengendalian yang akan digunakan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga di pasar. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan distribusi dan perdagangan komoditas pangan berjalan sehat tanpa adanya praktik penimbunan atau permainan harga.
Amran juga menyinggung penguatan sektor pangan yang dilakukan melalui perbaikan kebijakan dan efisiensi anggaran. Refocusing anggaran diarahkan ke sektor produktif seperti irigasi, benih, dan pompanisasi untuk meningkatkan produksi.
Produksi nasional, lanjut dia, menunjukkan tren peningkatan. Data Badan Pusat Statistik (BPS), Food and Agriculture Organization (FAO), dan United States Department of Agriculture (USDA) mencatat kenaikan produksi hingga sekitar 4 juta ton. Kondisi tersebut tercermin pada peningkatan stok beras nasional di Perum Bulog yang kini mencapai sekitar 4,8 juta ton dan mendekati 5 juta ton.
Amran menilai ketersediaan pangan yang kuat harus diiringi stabilitas harga di tingkat konsumen. Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen, pelaku usaha, dan masyarakat. Ia menegaskan negara harus hadir untuk memastikan mekanisme pasar berjalan adil dan tidak merugikan pihak mana pun. Stabilitas harga menjadi kunci untuk menjaga daya beli sekaligus mendorong keberlanjutan produksi pangan nasional.
#kedelai #harga-pangan #stabilitas-harga #menteri-pertanian #praktik-spekulatif #produksi-tempe #kebijakan-pangan #impor-kedelai #keseimbangan-pasar #ketersediaan-pangan #harga-kedelai