Wamenkeu pastikan RI jaga defisit 3 persen di tengah tekanan global
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung memastikan pemerintah mampu menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah 3 persen ...
(Antara) 23/04/26 14:40 200577
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung memastikan pemerintah mampu menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah 3 persen di tengah meningkatnya tekanan global.
Defisit fiskal saat ini menurutnya masih berada dalam batas aman.
“Perhitungan kami menunjukkan, bahkan dalam skenario terburuk dengan harga minyak mentah rata-rata sekitar 100 dolar AS per barel tahun ini, langkah-langkah ini tetap dapat menjaga defisit fiskal di kisaran 2,9 persen,” ujarnya dalam acara Fitch Ratings Annual Indonesia Conference di Jakarta, Kamis.
Juda menyampaikan, hingga saat ini rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) masih berada di sekitar 79 dolar AS per barel.
Meski demikian, ia mengakui gejolak geopolitik global tetap memberikan tekanan terhadap perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Wamenkeu juga mengingatkan bahwa setiap kenaikan harga minyak memiliki dampak langsung terhadap defisit anggaran. Menurut perhitungan pemerintah, setiap kenaikan 1 dolar AS harga minyak akan menambah sekitar Rp6,8 triliun terhadap defisit fiskal.
“Konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah telah mengirimkan guncangan ke pasar energi global. Harga minyak melonjak, inflasi global meningkat, terutama pada sektor-sektor penting seperti pangan dan energi, serta sentimen investor turut berubah,” kata dia.
Ia menambahkan, dinamika tersebut turut memengaruhi pasar keuangan global dan berdampak pada Indonesia.
Adapun pemerintah menjaga fiskal melalui sejumlah strategi.Strategi pertama yang ditempuh adalah meningkatkan efisiensi belanja, khususnya pada program-program prioritas seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Strategi kedua dilakukan melalui penguatan pembiayaan inovatif. Dalam hal ini pemerintah mengoptimalkan pengelolaan portofolio pembiayaan hingga memperdalam pasar keuangan domestik.
Kemudian, strategi ketiga difokuskan pada peningkatan penerimaan negara, terutama dari sektor perpajakan.
Pemerintah berupaya menjaga penerimaan pajak dengan digitalisasi melalui sistem Coretax, optimalisasi penerimaan dari lonjakan harga komoditas, serta perbaikan pengelolaan restitusi pajak.
Di samping itu, pemerintah turut mengoptimalkan peran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai instrumen pembiayaan alternatif di luar APBN.
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026