Lawan Kejahatan Siber, AdaKami Dukung Komitmen ADIGSI Perkuat Keamanan dan Edukasi Digital

Lawan Kejahatan Siber, AdaKami Dukung Komitmen ADIGSI Perkuat Keamanan dan Edukasi Digital

Kerugian akibat scam tembus Rp 9,1 T! Dalam forum lintas sektor ADIGSI, AdaKami turut dukung penguatan edukasi, kolaborasi dan sistem keamanan digital

(Kompas.com) 27/04/26 11:18 203666

KOMPAS.com - Peningkatan tren fraud digital dalam beberapa waktu belakangan mendorong penguatan kewaspadaan dan literasi bagi masyarakat.

Data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, lebih dari 432.000 laporan penipuan digital sepanjang November 2024 hingga Januari 2026. Total kerugiannya mencapai Rp 9,1 triliun.

Dalam forum “Executive Policy Forum Kolaboratif Penanganan Fraud dan Scam Digital” yang digelar Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI) di Jakarta, Kamis (16/4/2026), Chief of Public Affairs PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) Karissa Sjawaldy menyampaikan bahwa fraud dan scam digital merupakan isu industri dan tanggung jawab bersama.

Sebagai salah satu perusahaan pinjaman daring (pindar), lanjutnya, AdaKami berkomitmen menghadirkan layanan pinjaman online yang aman melalui pengembangan sistem keamanan berbasis teknologi dan edukasi berkelanjutan. Hal ini dilakukan agar pengguna layanan pinjaman dapat terlindungi dari berbagai modus penipuan.

AdaKami juga terus melakukan sinergi dengan pemangku kepentingan lain, seperti regulator, asosiasi, dan mitra strategis untuk memperkuat ekosistem digital yang lebih aman.

“Termasuk melalui partisipasi dalam forum ini,” kata Karissa dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (27/4/2026).

Dalam operasionalnya, jelas Karissa, AdaKami terus memperkuat sistem keamanan untuk melindungi platform dari potensi serangan siber melalui pemanfaatan teknologi, seperti kecerdasan buatan (AI) dan big data.

Langkah tersebut termasuk pemantauan risiko secara berkelanjutan serta deteksi aktivitas mencurigakan.

Untuk melindungi akun pengguna, jelas Karissa, AdaKami juga menerapkan proses electronic know your customer (e-KYC) dengan fitur liveness detection sebagai bagian dari verifikasi identitas, selain berbagai fitur keamanan lain sesuai standar industri.

Penegasan komitmen bersama

Forum tersebut sendiri dibuka dengan seremoni penegasan komitmen bersama IASC OJK, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) selaku asosiasi industri fintech.

Dalam sambutannya, Ketua Umum ADIGSI Firlie Ganinduto menyampaikan bahwa fraud digital merupakan salah satu ancaman bagi ketahanan siber Indonesia di tengah perkembangan digital yang masif.

Perkembangan teknologi, seperti AI, ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, teknologi ini memudahkan manusia, tetapi di sisi lain teknologi ini juga dapat dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan.

“Oleh karena itu, kolaborasi antara regulator dan sektor swasta menjadi kunci dalam memperkuat keamanan siber dan meningkatkan edukasi pengguna,” kata Firlie.

Ketua Sekretariat Satuan Tugas Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (PASTI) OJK Hudiyanto menegaskan, fraud dan scam digital saat ini telah berkembang menjadi tantangan yang bersifat struktural, sistematis, dan bahkan menjadi semacam “industri”. Oleh karena itu, diperlukan tindakan yang kolaboratif dalam menanganinya.

“OJK bersama Satgas PASTI, seluruh pelaku usaha, dan asosiasi terkait terus memperkuat perlindungan konsumen dan masyarakat dalam rangka penanganan fraud dan scam digital,” kata Hudiyanto dalam sesi panel “Penguatan Koordinasi Nasional dalam Penanganan Fraud dan Scam Digital” di forum tersebut.

DOK. Istimewa. Chief of Public Affairs AdaKami Karissa Sjawaldy (kanan) dalam sesi diskusi panel dalam acara Executive Policy Forum Kolaboratif Penanganan Fraud dan Scam Digital yang diselenggarakan oleh ADIGSI di Jakarta (16/4). Dalam diskusi ini, AdaKami menegaskan komitmen memperkuat pelindungan konsumen melalui pengembangan sistem keamanan berbasis teknologi, edukasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor.

Pada kesempatan sama, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas menggambarkan betapa besar potensi serangan siber di Indonesia.

Selama periode Januari sampai dengan 15 November 2025, imbuhnya, terdapat hampir sekitar 5,2 miliar anomali traffic. Sebanyak 93,78 persen di antaranya berupa malware yang berpotensi menjadi ransomware.

Melalui Perpres No 47 Tahun 2023 tentang Strategi Keamanan Siber Nasional dan Manajemen Krisis Siber, BSSN menggandeng para penyelenggara negara, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas, untuk mewujudkan keamanan dan pertahanan siber.

“Kebijakan ini untuk melindungi ekosistem perekonomian digital sebagai tulang punggung ekonomi nasional, serta meningkatkan kekuatan dan kapabilitas keamanan siber nasional,” kata Slamet.

Peran penting edukasi

Di kesempatan itu, Direktur Eksekutif AFPI Yasmine Meylia Sembiring turut menekankan peran penting industri dalam mencegah fraud digital.

Sebagai asosiasi Pindar, AFPI menempatkan perlindungan konsumen sebagai prioritas utama dan mendorong pergeseran dari penanganan kasus ke pencegahan yang lebih proaktif dan terintegrasi.

“Melalui portal pengaduan, AFPI juga menerima laporan terkait platform ilegal yang selanjutnya kami koordinasikan dengan Satgas PASTI untuk ditindaklanjuti. Ke depan, AFPI akan terus berperan aktif menjaga ekosistem digital yang sehat dan tepercaya,” kata Meyla.

Senada, Karissa menambahkan bahwa AdaKami juga secara konsisten mendorong peningkatan literasi masyarakat melalui kampanye #SelaluWaspada. Kampanye ini mengajak masyarakat untuk menjaga data pribadi, mengenali ciri penipuan, pinjol ilegal, serta melakukan verifikasi informasi hanya melalui kanal resmi dan sumber tepercaya.

“Melalui upaya ini, AdaKami juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bertransaksi digital serta menghindari bantuan dari pihak yang tidak dikenal guna menghindari potensi penipuan,” jelas Karissa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#scam #ojk #fintech #literasi-keuangan #keamanan-siber #pinjaman-online #penipuan-online #adakami

https://money.kompas.com/read/2026/04/27/111836826/lawan-kejahatan-siber-adakami-dukung-komitmen-adigsi-perkuat-keamanan-dan