Realisasi Penyaluran KUR di Wilayah KPPN Malang Capai Rp5,66 Triliun

Realisasi Penyaluran KUR di Wilayah KPPN Malang Capai Rp5,66 Triliun

Realisasi penyaluran KUR di KPPN Malang mencapai Rp5,662 triliun pada Desember 2025, turun 2,41% dari tahun lalu, sementara penyaluran UMi naik 28,69%.

(Bisnis.Com) 02/02/26 15:33 122777

Bisnis.com, MALANG—Realisasi penyaluran KUR di wilayah kerja KPPN Malang mencapai Rp5,662 triliun untuk 98.680 debitur pada Desember 2025.

Kepala KPPN Malang Muhammad Rusna mengatakan realisasi tersebut mengalami penurunan -2,41% secara volume dan debitur -6,86% bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Penyebabnya mungkin pelaku UMKM masih wait and see terhadap kondisi perekonomian, terutama di daerah,” ujarnya dikutip Senin (2/2/2026).

Daerah yang paling banyak menyerap KUR, yakni Kab. Malang Rp3,221 triliun untuk 54.213 debitur, turun -4,83% (volume) dan -9,53% (debitur). Selanjutnya, Kab. Pasuruan Rp1,350 triliun untuk 25.697, naik 2,92% (volume) dan turun -1,68% (debitur).

Kota Malang Rp806,437 miliar 11.774, turun -2,23% (volume) dan turun -7,36% (debitur), Kota Batu Rp345,927 miliar untuk 4.402, naik 2,87% (volume) dan turun -1,43% (debitur), Kota Pasuruan Rp137,621 miliar untuk 2.594 debitur, turun -7,55% (volume) dan turun -4,53% (debitur).

Untuk penyaluran kredit ultra mikro (UMi), mencapai Rp336,939 miliar untuk 59.270 debitur, naik 28,69% (volume) dan naik 4,88% (debitur) secara tahunan.

Daerah yang paling banyak menyerap UMi, yakni Kab. Malang sebesar Rp174,039 miliar untuk 28.996 debitur, naik 49,10% (volume) dan naik 12,92% (debitur).

Kemudian Kab. Pasuruan Rp97,980 miliar untuk 18.098 debitur, naik 8,65% (volume) dan turun -5,20% (debitur), lalu Kota Malang Rp37,849 miliar untuk 18.098 debitur, naik 14,97% (volume) dan naik 3,44% (debitur), Kota Pasuruan Rp18,499 miliar untuk 3.319 debitur, naik 22,34% (volume) dan naik 6,86% (debitur), dan Kota Batu Rp8,570 miliar untuk 1.452 debitur, naik 24,71% (volume) dan turun -1,76% (debitur).

Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Joko Budi Santoso menilaipenurunan penyerapan KUR pada Desember karena pada umumnya setiap usaha masih melakukan restrukturisasi usaha untuk mempersiapkan tahun anggaran baru di 2026, apakah melakukan ekspansi atau masih menahan ekspansi sambil melakukan obeservasi situasi dan prospek perekonomian.

Namun di sisi lain, kata dia, UMi mengalami kenaikan. Hal ini mengindikasikan bahwa segmen usaha mikro mulai mempersiapkan peningkatan kapasitas usaha maupun untuk persiapan memulai usaha baru untuk memanfaatkan moment Ramadhan dan lebaran.

Menurutnya, pendampingan pada usaha kecil dan mikro harus terus dilakukan oleh pemerintah daerah maupun lembaga keuangan penyalur KUR dan kredit UMi agar setiap usaha dapat meningkatkan kapasitas usahanya sehingga berdampak pada peningkatan permintaan kredit.

#kur-malang #penyaluran-kur #kur-2025 #kur-debitur #kur-umkm #kur-pasuruan #kur-batu #kur-penurunan #kredit-ultra-mikro #umi-malang #umi-pasuruan #umi-batu #umi-kenaikan #umkm-malang #ekonomi-malang

https://surabaya.bisnis.com/read/20260202/531/1949322/realisasi-penyaluran-kur-di-wilayah-kppn-malang-capai-rp566-triliun