Antisipasi Dampak Krisis Timur Tengah, Bank Investasi Infrastruktur Asia Kebut Dukungan Transisi Energi
AIIB percepat transisi energi bersih di Asia akibat krisis Timur Tengah, fokus pada infrastruktur tangguh iklim dan kurangi ketergantungan bahan bakar fosil.
(Bisnis.Com) 26/03/26 17:00 173638
Bisnis.com, JAKARTA — Bank Investasi Infrastruktur Asia (Asian Infrastructure Investment Bank/AIIB) membidik percepatan transisi energi bersih di kawasan Asia seiring meningkatnya risiko keamanan energi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Head of Ecosystem pada Departemen Ekonomi AIIB Murtaza Syed mengatakan lembaganya akan mendorong pembiayaan infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim sebagai bagian dari prioritas utama bank tersebut.
“Kami akan melakukan apa pun yang kami bisa untuk mempercepat transisi menuju infrastruktur yang tangguh terhadap iklim. Ini adalah salah satu prioritas kami, tetapi saya memperkirakan bahwa setelah konflik ini berakhir, kemungkinan akan ada dorongan yang lebih besar lagi ke arah itu,” kata Murtaza Syed, dikutip dari Bloomberg.
Di tengah gejolak pasar energi global, pendukung aksi iklim melihat adanya peluang peningkatan penggunaan energi terbarukan dalam jangka menengah dan panjang, seiring upaya berbagai negara memperkuat ketahanan pasokan energi dengan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.
Meski demikian, dalam jangka pendek, banyak negara, terutama di Asia, masih kembali mengandalkan batu bara untuk menjaga stabilitas pasokan listrik dan memperkuat sistem kelistrikan nasional.
AIIB yang berbasis di China dan memiliki aset hampir US$67 miliar disebut telah melakukan pembicaraan dalam beberapa pekan terakhir dengan sejumlah negara, termasuk Indonesia, India, dan Singapura.
Pembahasan tersebut mencakup potensi kerja sama dalam pembiayaan proyek-proyek transisi energi serta infrastruktur yang mendukung ketahanan iklim.
Berdasarkan data lembaga riset energi Ember, Asia masih jauh lebih bergantung pada bahan bakar fosil untuk pembangkitan listrik dibandingkan dengan Eropa maupun Amerika Utara.
Syed menilai perkembangan teknologi saat ini sebenarnya telah membuka jalan bagi produksi energi yang lebih ramah lingkungan tanpa harus mengorbankan kebutuhan pasokan.
“Kabar baiknya adalah sekarang kita telah menemukan cara untuk menghasilkan energi tanpa mengorbankan lingkungan,” ujar Syed dalam pengarahan pada Boao Forum for Asia di Hainan, Selasa. “Lebih dari 50% pembiayaan kami disalurkan ke proyek-proyek infrastruktur hijau.”
Berdasarkan data tahunan terbaru AIIB, lembaga tersebut telah menyetujui pembiayaan sebesar US$8,4 miliar pada 2024 untuk lebih dari 50 proyek, mulai dari sektor energi, air, hingga infrastruktur digital.
#transisi-energi #krisis-timur-tengah #bank-investasi-infrastruktur #energi-terbarukan #ketahanan-energi #pembiayaan-infrastruktur #perubahan-iklim #energi-bersih #ketergantungan-bahan-bakar-fosil #pro