Hadapi Godzila El Nino, Pemprov Jatim Siapkan Tiga Strategi untuk Jaga Stok Pangan

Hadapi Godzila El Nino, Pemprov Jatim Siapkan Tiga Strategi untuk Jaga Stok Pangan

Pemprov Jatim siapkan strategi hadapi El Nino 2026: tanam benih tahan kekeringan, aktifkan pompa air, dan perbaiki irigasi untuk jaga stok pangan.

(Bisnis.Com) 30/03/26 18:02 176715

Bisnis.com, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan sejumlah langkah strategis agar hasil produksi padi tetap terjaga di tengah potensi musim kemarau berkepanjangan yang diprakirakan akan terjadi dalam waktu dekat.

Diketahui, wilayah Indonesia akan dilanda fenomena "Godzila El Nino" yang terjadi selama April sampai Oktober 2026. Fenomena ini diprediksi memicu terjadinya kemarau panjang dan berpotensi berdampak pada sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Jawa Timur Heru Suseno membeberkan bahwa pihaknya telah menyiapkan tiga langkah strategis dalam menghadapi fenomena alam tersebut.

Ia menjelaskan langkah pertama yang dilakukan adalah memasifkan penanaman benih tanah kekeringan, dengan melakukan pendistribusian benih varietas unggul yang memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca ekstrem kepada kaum tani di Jawa Timur.

Selanjutnya, Pemprov Jawa Timur akan mengaktifkan kembali seluruh pompa yang dibangun tahun lalu serta menambah titik-titik pompa baru di wilayah yang berpotensi mengalami krisis pada musim kemarau.

Terakhir adalah perbaikan sistem pengairan lahan pertanian atau irigasi. Heru menegaskan percepatan renovasi jaringan irigasi yang rusak sangat penting agar distribusi air ke persawahan dapat berjalan efisien dan tepat sasaran.

"Pompa-pompa harus siap sedia. Daerah yang tadah hujan memang berat, tapi kalau ada sumber air terdekat, kita pasang pompa agar produksi pangan tidak terganggu," ucap Heru, Senin (30/3/2026).

Lebih lanjut, Heru mengungkapkan sejumlah wilayah pertanian di Provinsi Jawa Timur yang perlu mendapat perhatian khusus terutama daerah yang bergantung pada pengairan lahan. Di antaranya Bojonegoro, Jember hingga Lamongan.

"Daerah dengan ketergantungan tinggi pada air hujan seperti Bojonegoro, Jember, dan Lamongan. Ketiga daerah itu masuk radar pemantauan serius karena memiliki titik-titik lahan tadah hujan yang luas dengan sumber air minimum," paparnya.

Meski sektor pertanian menjadi prioritas saat musim kemarau, Heru mengeklaim tren produksi padi di Jawa Timur masih menunjukkan grafik positif pada awal tahun.

Saat ini, ucap dia, sejumlah wilayah mulai memasuki masa panen meski belum mencapai puncaknya. Luas tambah tanam per harinya juga terpantau terus meningkat.

Heru mengatakan pada Februari lalu, luasan lahan padi yang panen di Jawa Timur mencapai 5.000 hektare, kemudian pada bulan Maret luasnya melonjak kembali hingga 9.000 hektare.

Adapun hasil produktivitas rata-rata panen tersebut mencapai 6 ton per hektare. Jika dikalkulasikan, maka potensi hasil panen harian diproyeksi dapat mencapai 54.000 ton.

"Angka ini diprediksi terus meroket hingga April dan Mei mendatang. Puncaknya nanti bisa tembus 120.000 ton saat panen raya," tegas Heru.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan sejumlah wilayah di Jawa Timur mulai menghadapi kekeringan lebih awal seperti di Kabupaten Tuban.

Kondisi kekeringan tersebut diprediksi bakal meningkat pada Mei hingga mencapai puncak pada Agustus 2026. Khofifah menegaskan bahwa fenomena kekeringan menjadi perhatian serius sebab Jatim merupakan lumbung pangan nasional.

Untuk itu pihaknya melakukan koordinasi bersama para pemangku kepentingan terkait guna menyiapkan langkah strategis guna menjaga produksi pertanian yang bergantung pada ketersediaan air.

“Menyiapkan sumur-sumur dalam untuk irigasi sawah menjadi penting agar indeks pertanaman tidak turun, karena ketahanan pangan adalah kebutuhan nasional,” ujar Khofifah.

#el-nino #kemarau-panjang #ketahanan-pangan #strategi-pemprov-jatim #produksi-padi #benih-tanah-kekeringan #pompa-air-pertanian #sistem-irigasi #jaringan-irigasi #produksi-pangan-jatim #daerah-tadah-hu

https://surabaya.bisnis.com/read/20260330/531/1963091/hadapi-godzila-el-nino-pemprov-jatim-siapkan-tiga-strategi-untuk-jaga-stok-pangan